KUR BPD DIY 2026: Plafon Hingga Rp500 Juta, Skema Pengajuan, Hingga Simulasi Cicilan!


HAIJAKARTA.ID- KUR BPD DIY 2026 memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, menengah atau UMKM.
Tahun ini, bank daerah tersebut membidik total penyaluran KUR sebesar Rp1,22 triliun, yang terdiri atas KUR konvensional Rp1,1 triliun dan KUR syariah Rp127,5 miliar.
Pemimpin Desk Kredit Mikro, Kecil, dan Konsumer Bank BPD DIY, Fera Mia Rosa, menyampaikan bahwa target tersebut relatif sejalan dengan realisasi tahun sebelumnya.
Pada 2025, Bank BPD DIY menargetkan KUR konvensional Rp1 triliun dan KUR syariah Rp200 miliar.
Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio non-performing loan (NPL) KUR Bank BPD DIY pada tahun sebelumnya tercatat 2,02 persen, masih berada di bawah batas internal 2,5 persen dan jauh dari ambang batas sehat industri perbankan sebesar 5 persen.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, menilai tantangan utama penyaluran KUR tahun ini berasal dari kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi makroekonomi yang berdampak langsung pada UMKM.
Meski demikian, pihaknya optimistis berbagai inovasi akan menjaga penyaluran KUR tetap optimal dan berkualitas.
“Kami terus mendorong agar dana KUR benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas usaha, sehingga debitur mampu memenuhi kewajiban cicilan hingga lunas,” jelasnya.
Bank BPD DIY menyediakan beberapa skema KUR, antara lain:
KUR Bank BPD DIY menawarkan bunga yang relatif rendah:
Calon debitur yang ingin mengajukan KUR di Bank BPD DIY perlu menyiapkan dokumen berikut:
Besaran cicilan KUR Bank BPD DIY bervariasi tergantung plafon dan tenor pinjaman. Sebagai gambaran:
Selain KUR, Bank BPD DIY juga mengelola Kredit Pemberdayaan Ekonomi Daerah (PEDE), yang menyasar UMKM pasca-pandemi.
Kredit ini menawarkan bunga 3 persen efektif per tahun dan tidak memerlukan agunan untuk pinjaman hingga Rp2,5 juta.
Program PEDE telah berjalan sejak 2020 dan ditargetkan menyalurkan sekitar Rp10 miliar per tahun.
Rangkuman AI sedang dibuat…