10+ Daftar Pantangan Saat Imlek yang Masih Dipercaya Hingga Kini: Tidak Meminjam Uang!


HAIJAKARTA.ID – Pantangan saat Imlek selalu menarik untuk dibahas karena sarat makna budaya dan filosofi kehidupan.
Perayaan Tahun Baru Imlek dipercaya bukan hanya sekadar momen berkumpul keluarga, tetapi juga dipercaya membawa energi baru untuk keberuntungan, kesehatan, dan rezeki sepanjang tahun.
Karena itu, banyak orang memilih lebih berhati-hati dalam bersikap selama perayaan berlangsung.
Kira-kira apa saja pantangan-pantang yang tidak boleh dilanggar, ya?
Dilansir dari China Highlights dan berbagai sumber, pantangan ini diyakini sebagai cara menjaga keberuntungan agar tidak “hilang” di awal tahun baru.

Ucapan dipercaya membawa energi untuk sepanjang tahun. Karena itu, kata-kata tentang kematian, sakit, atau kemiskinan sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, gunakan kalimat positif dan penuh harapan.
Bubur sering dikaitkan dengan kondisi kekurangan. Menyantapnya di hari Imlek dipercaya membawa simbol kemiskinan. Banyak keluarga memilih hidangan yang melambangkan kemakmuran.
Hari pertama dan kedua Imlek dipercaya sebagai hari Dewa Air. Mencuci pakaian dimaknai sebagai membuang rezeki. Karena itu, urusan cuci biasanya diselesaikan sebelum Imlek.
Menyapu dianggap sama dengan mengusir keberuntungan yang baru datang. Begitu pula membuang sampah dipercaya membuang hoki. Rumah biasanya sudah dibersihkan total sebelum hari-H.
Darah dianggap sebagai pertanda kurang baik di awal tahun. Membunuh hewan dipercaya membawa energi negatif. Maknanya adalah memulai tahun dengan welas asih.
Hitam dan putih identik dengan suasana duka. Imlek justru dirayakan dengan warna cerah seperti merah dan emas. Warna tersebut dipercaya menarik keberuntungan.
Rambut disebut fa, bunyinya sama dengan fa cai (makmur). Keramas atau potong rambut dipercaya bisa “menghapus” rezeki. Karena itu, banyak orang melakukannya sebelum Imlek.
Pisau dan gunting melambangkan “memotong” keberuntungan.
Aktivitas dapur biasanya diminimalkan. Banyak keluarga menyiapkan makanan sejak sehari sebelumnya.
Urusan utang dipercaya membawa aura kekurangan sepanjang tahun. Hari Imlek dianjurkan bebas konflik finansial. Tujuannya agar rezeki mengalir lancar.
Rumah sakit identik dengan penyakit. Datang ke sana saat Imlek dipercaya membawa simbol sakit sepanjang tahun. Namun jika darurat, kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
Jam, sepatu, payung, atau benda tajam dianggap punya makna perpisahan. Hadiah-hadiah ini dihindari karena simboliknya kurang baik. Jeruk, kue keranjang, atau angpao jadi pilihan aman.

Barang pecah dipercaya melambangkan hubungan retak atau rezeki bocor. Karena itu, orang ekstra hati-hati saat Imlek. Jika terlanjur pecah, biasanya langsung mengucap doa baik.
Awal tahun diharapkan dimulai dengan suasana damai. Tangisan dan pertengkaran dipercaya membawa kesedihan berkepanjangan. Ucapan positif dianggap membuka energi baik.
Begadang bersama keluarga dipercaya membawa umur panjang. Tradisi ini juga melambangkan kesiapan menyambut tahun baru. Cukup terjaga sampai tengah malam untuk menghormatinya.
Dalam tradisi lama, hal ini dipercaya membawa kesialan ekonomi bagi keluarga orang tua. Maknanya berkaitan dengan tata krama keluarga patriarki. Kini banyak keluarga sudah lebih fleksibel.
Hari keempat dipercaya sebagai waktu menyambut Dewa Dapur dan dewa lainnya. Keluar rumah dianggap kurang menghormati momen tersebut. Biasanya keluarga memilih tetap di rumah.
Minum obat dianggap simbol memulai tahun dengan sakit. Pantangan ini lebih bersifat simbolis. Untuk penyakit rutin, obat tetap harus dikonsumsi.

Memberi hadiah saat seseorang belum bangun dianggap kurang sopan. Ini juga melambangkan kemalasan. Hadiah sebaiknya diberikan ketika semua sudah siap menyambut hari.
Rangkuman AI sedang dibuat…