10 Pantangan Saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Wajib Dihindar Agar Tidak Terkena Sial!


HAIJAKARTA.ID- Pantangan saat perayaan tahun baru Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari kembali memang masih menjadi kepercayaan khususnya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Selain identik dengan warna merah, angpao, serta pertunjukan barongsai, Imlek juga sarat dengan nilai simbolik yang dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, dan keharmonisan keluarga.
Di balik kemeriahannya, terdapat sejumlah pantangan yang secara turun-temurun dijaga oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.
Pantangan ini bukan sekadar larangan, melainkan simbol harapan agar tahun baru dimulai dengan energi positif dan jauh dari kesialan.
Berikut 10 pantangan Imlek 2026 yang masih banyak dipercaya hingga kini:
Pisau, gunting, hingga silet dianggap melambangkan “memotong” rezeki dan keberuntungan.
Karena itu, banyak keluarga memilih menyiapkan seluruh kebutuhan dapur sejak sebelum Imlek tiba agar tidak perlu menggunakan benda tajam di hari perayaan.
Rambut dipercaya sebagai simbol keberuntungan yang telah terkumpul sepanjang tahun. Mencucinya atau memotongnya tepat di hari Imlek dimaknai sebagai “membuang hoki”.
Solusinya, banyak orang merapikan diri beberapa hari sebelumnya agar tetap segar tanpa melanggar tradisi.
Piring, gelas, atau benda kaca yang pecah dipercaya sebagai pertanda hubungan retak atau rezeki yang bocor.
Jika hal ini tak sengaja terjadi, biasanya disertai ucapan doa baik agar makna negatifnya tidak berlanjut.
Menyapu di hari Imlek diyakini dapat “mengusir” keberuntungan yang baru datang. Oleh sebab itu, bersih-bersih besar dilakukan sebelum hari H, sementara saat Imlek keluarga lebih fokus menikmati kebersamaan.
Dalam kepercayaan tradisional, kata-kata memiliki energi. Mengawali tahun dengan amarah, makian, atau keluhan dipercaya membawa aura buruk sepanjang tahun.
Sebaliknya, ucapan baik dan doa menjadi simbol pembuka rezeki.
Masalah finansial di hari Imlek dianggap mencerminkan kekurangan. Menagih utang atau meminjam uang dipercaya mengundang konflik dan kesialan, sehingga dianjurkan menyelesaikan urusan tersebut sebelum pergantian tahun.
Keributan dan air mata di hari Imlek dimaknai sebagai pertanda kesedihan yang bisa berulang sepanjang tahun.
Karena itu, keluarga berusaha menahan emosi dan menjaga suasana tetap damai serta penuh tawa.
Rumah sakit identik dengan penyakit. Datang ke sana saat Imlek dipercaya membawa simbol kesehatan yang kurang baik.
Meski demikian, dalam kondisi darurat, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Salah satunya adalah bubur, yang sering diasosiasikan dengan kondisi sakit atau kesederhanaan ekstrem.
Saat Imlek, masyarakat lebih memilih hidangan bermakna kemakmuran seperti ikan, mi panjang umur, dan kue keranjang.
Kedua warna ini kerap dikaitkan dengan suasana duka. Sebagai gantinya, warna merah dan emas menjadi favorit karena melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan rezeki melimpah.
Pantangan Imlek sejatinya lahir dari simbol budaya yang diwariskan lintas generasi. Tujuannya bukan menakut-nakuti, melainkan mengajak masyarakat memulai tahun dengan sikap positif, penuh harapan baik, dan hubungan yang harmonis.
Di era modern, banyak keluarga menjalankan pantangan ini secara fleksibel. Esensinya tetap sama: menjaga energi baik, menghormati tradisi, serta menjadikan Imlek sebagai momentum mempererat kebersamaan.
Dengan memahami makna di balik pantangan Tahun Baru Imlek 2026, masyarakat tak hanya ikut merayakan kemeriahan, tetapi juga menghargai filosofi budaya yang telah hidup selama ratusan tahun.
Semoga Imlek tahun ini membawa keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi semua. Gong xi fa cai!
Rangkuman AI sedang dibuat…