20 Daftar Kota Paling Bahagia di Dunia Versi Time Out, Jakarta Masuk Peringkat ke-18



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Kabar menggembirakan datang dari Jakarta. Berdasarkan survei internasional Time Out 2025, ibu kota Indonesia berhasil masuk dalam 20 daftar kota paling bahagia di dunia, menempati posisi ke-18.
Selain Jakarta, terdapat 19 kota lainnya yang juga masuk dalam daftar kota paling bahagia versi Time Out tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menilai pencapaian yang didapat saat ini sudah sangat sejalan dengan visi yang terus ia dan tim dorong sejak awal masa jabatannya.
Menurutnya, hasil survei ini merupakan wujud dari semangat kebersamaan warga yang terus tumbuh.
“Saya sejak awal memang ingin Jakarta menjadi kota yang aman, nyaman, dan tentu saja bahagia,” ujar Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025).
Dengan nada bercanda, Pramono bahkan menyebut hasil survei itu mungkin dipengaruhi oleh karakter dirinya.
“Mungkin yang melakukan survei tahu kalau gubernurnya suka bahagia, jadi hasilnya juga ikut bahagia,” tuturnya sambil tersenyum.
Pramono menambahkan, peringkat tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas warga Jakarta setelah melewati berbagai tantangan beberapa tahun terakhir.
“Ini bukti bahwa rasa kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama. Meski sempat ada musibah dan dinamika sosial, kini kehidupan masyarakat sudah kembali normal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya aktivitas publik sebagai tanda bahwa energi positif warga telah pulih.
“Dua minggu berturut-turut saya ikut car free day, dan selalu ada banyak kegiatan seperti lari 5K, 10K, bahkan half marathon. Ini artinya masyarakat ingin bahagia,” tambahnya.
Berikut hasil lengkap survei Time Out 2025 mengenai daftar kota paling bahagia di dunia:
1. Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
2. Medellin, Kolombia
3. Cape Town, Afrika Selatan
4. Mexico City, Meksiko
5. Mumbai, India
6. Beijing, China
7. Shanghai, China
8. Chicago, Amerika Serikat
9. Seville, Spanyol
10. Melbourne, Australia
11. Brighton, Inggris
12. Porto, Portugal
13. Sydney, Australia
14. Chiang Mai, Thailand
15. Marrakech, Maroko
16. Dubai, Uni Emirat Arab
17. Hanoi, Vietnam
18. Jakarta, Indonesia
19. Valencia, Spanyol
20. Glasgow, Inggris
Masuknya Jakarta ke dalam Daftar 20 Kota Paling Bahagia di Dunia menunjukkan perubahan besar dalam wajah ibu kota.
Survei ini menilai sejumlah aspek seperti kualitas hidup, aktivitas publik, konektivitas sosial, dan kesejahteraan emosional warga.
Survei global dari Time Out ini dilakukan terhadap ribuan responden dari berbagai negara.
Mereka menilai kota tempat tinggalnya berdasarkan kebahagiaan, budaya, makanan, komunitas, hingga keseimbangan hidup.
Jakarta berhasil menembus daftar prestisius ini di tengah tantangan urbanisasi dan padatnya aktivitas kota.
Pramono menyebut capaian ini menjadi motivasi untuk terus membangun ibu kota yang inklusif.
“Jakarta bukan hanya kota besar, tapi rumah bagi banyak harapan. Capaian ini milik semua warga,” tutupnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…