3 RT Masih Terendam Banjir Jakarta Kemarin, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – 3 RT masih terendam banjir Jakarta hingga Selasa (13/1/2026) petang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut genangan masih terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak awal pekan.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan berdasarkan pendataan terbaru masih terdapat tiga rukun tetangga yang terdampak genangan air.
“Sampai sore ini masih ada tiga RT yang dilaporkan tergenang banjir,” ujar Yohan dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).
Yohan menjelaskan, dua RT yang masih terendam berada di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
Sementara satu RT lainnya berada di Kelurahan Kalibaru, Jakarta Utara, dengan tinggi genangan yang relatif sama.
Menurut BPBD, kondisi 3 RT masih terendam banjir Jakarta ini disebabkan curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Senin (12/1/2026).
Meski jumlah wilayah tergenang mulai berkurang, sebagian warga belum dapat kembali ke rumah karena kondisi hunian yang belum memungkinkan.
BPBD DKI Jakarta mencatat total pengungsi banjir di Jakarta mencapai 1.265 jiwa yang berasal dari 413 kepala keluarga (KK).
Di wilayah Jakarta Barat, jumlah warga yang masih mengungsi tercatat sebanyak 576 jiwa.
Khusus di Kelurahan Tegal Alur, sebanyak 516 jiwa masih bertahan di lima lokasi pengungsian.
Rinciannya, 200 jiwa berada di RPTRA Alur Anggrek, 23 jiwa di Mushala Al Mukhlisin, 136 jiwa di Rusun Lokbin, 82 jiwa di Mushala At-Taubah RW 13, serta 75 jiwa di Majelis Dorotul Abidin.
“Ratusan warga Tegal Alur saat ini masih tersebar di beberapa titik pengungsian, mulai dari RPTRA hingga mushala dan rumah susun,” kata Yohan.
Selain itu, sebanyak 26 warga Kelurahan Rawa Buaya masih mengungsi di Kantor Sekretariat RW 01 dan Balai Warga RW 02.
Sementara di Kelurahan Cengkareng Barat, 34 warga tercatat mengungsi di Mushala Al Hidayah RT 007/10.
Di wilayah Jakarta Utara, jumlah pengungsi tercatat lebih banyak, yakni mencapai 689 jiwa.
Di Kelurahan Kalibaru, sebanyak 68 warga mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat RW 13.
Kemudian di Kelurahan Sukapura, 49 jiwa mengungsi di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari. Sementara di Kelurahan Warakas, tercatat 175 warga menempati mushala setempat.
Adapun di Kelurahan Semper Timur, sebanyak 330 warga mengungsi di enam lokasi berbeda yang tersebar di gedung pemerintahan dan masjid.
Di Kelurahan Papanggo, sebanyak 67 jiwa mengungsi di masjid dan kolong tol RW 08.
Untuk menangani banjir yang menyebabkan 3 RT masih terendam banjir Jakarta, BPBD DKI Jakarta telah menurunkan personel ke lapangan guna memantau kondisi genangan dan mempercepat penanganan.
“Kami bersama Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat terus melakukan upaya penyedotan serta memastikan saluran air berfungsi optimal, dengan dukungan lurah dan camat setempat,” tutur Yohan.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Masyarakat kami minta tetap berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan munculnya genangan kembali,” ucap Yohan.
Rangkuman AI sedang dibuat…