30 Makanan Menyebabkan Asam Lambung Naik Saat Puasa Ramadan, Hat-Hati Nyeri Perut!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Pernahkah Anda merasa asam lambung naik saat puasa?
Ternyata, ada makanan menyebabkan asam lambung naik saat puasa Ramadan yang wajib dihindari demi kesehatan tubuh.
Puasa Ramadan menuntut tubuh beradaptasi dengan pola makan yang berubah.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki riwayat maag atau GERD, salah memilih makanan saat sahur dan berbuka bisa memicu naiknya asam lambung.
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa perih di ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada.
Namun, tahukah Anda makanan apa saja yang membuat asam lambung naik saat kita berpuasa? Mari simak bersama selengkapnya di bawah ini.
Berikut daftar 30 makanan dan kebiasaan makan yang sebaiknya dihindari agar puasa tetap nyaman.
Makanan yang digoreng mengandung lemak tinggi yang sulit dicerna.
Lemak ini dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu refluks asam, terutama saat berbuka.
Jeruk, lemon, nanas, dan buah bercita rasa asam dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menimbulkan rasa perih di perut.
Cabai dan lada dapat mengiritasi dinding lambung.
Jika dikonsumsi berlebihan, makanan pedas mudah memicu asam lambung naik.
Cokelat mengandung lemak dan kafein yang dapat mengendurkan katup lambung (LES), sehingga asam mudah naik ke kerongkongan.
Daging berlemak membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.
Kopi, teh pekat, dan minuman energi dapat merangsang sekresi asam lambung serta melemahkan katup lambung.
Soda dan minuman berkarbonasi meningkatkan tekanan di dalam perut dan memperparah refluks asam.
Makan berlebihan saat berbuka membuat perut meregang dan menekan katup lambung, sehingga asam mudah naik.
Santapan bersantan kental seperti gulai dan opor mengandung lemak tinggi yang memicu naiknya asam lambung.
Fast food umumnya tinggi lemak, garam, dan pengawet yang tidak ramah bagi lambung.
Meski menggugah selera, sambal yang terlalu pedas dapat menyebabkan iritasi lambung.
Acar, asinan, dan makanan yang diawetkan dengan cuka dapat meningkatkan keasaman lambung.
Tomat mengandung asam sitrat yang bisa memicu refluks, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Bawang merah atau bawang putih mentah dapat menyebabkan iritasi lambung dan kembung.
Keju full cream mengandung lemak tinggi yang memperlambat pencernaan.
Susu tinggi lemak dapat memperparah gejala asam lambung pada sebagian orang.
Kue dengan gula tinggi dan mentega berlebih dapat memicu produksi asam lambung.
Garam berlebih dapat memperburuk iritasi lambung dan memperlambat pencernaan.
Sosis, nugget, dan makanan kemasan mengandung lemak dan bahan tambahan yang kurang baik untuk lambung.
Minuman terlalu dingin dapat menyebabkan kontraksi lambung dan memicu rasa tidak nyaman.
Mengonsumsi makanan berat dan berlemak saat sahur membuat lambung bekerja lebih keras sepanjang hari.
Makan tergesa-gesa membuat udara masuk ke lambung dan memicu kembung serta asam lambung naik.
Langsung berbaring setelah sahur atau berbuka memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Selain cokelat batangan, minuman cokelat juga mengandung kafein dan lemak.
Teh yang diseduh terlalu kental mengandung kafein tinggi yang bisa memicu mulas.
Tape dan makanan fermentasi tertentu bisa meningkatkan asam lambung pada sebagian orang.
Krimer mengandung lemak trans yang tidak baik untuk pencernaan.
Bumbu yang terlalu kuat dapat mengiritasi lambung, terutama saat perut kosong.
Gula tinggi dapat memperlambat pengosongan lambung dan memicu refluks.
Perut kosong terlalu lama dapat membuat asam lambung naik saat berbuka karena produksi asam yang tidak terkontrol.
Nyeri perut saat puasa kerap muncul akibat pola makan yang kurang tepat saat sahur maupun berbuka.
Agar ibadah puasa tetap nyaman dan lancar, berikut 5 tips sederhana yang bisa diterapkan untuk mencegah nyeri perut.
Awali berbuka dengan air putih, kurma, atau buah yang lembut. Memberi jeda sebelum makan besar membantu lambung beradaptasi setelah kosong seharian.
Batasi gorengan, makanan pedas, asam, dan berlemak tinggi saat sahur maupun berbuka. Jenis makanan ini bisa memicu iritasi lambung dan menyebabkan nyeri perut.
Makan terlalu cepat atau berlebihan dapat membuat perut kembung dan menekan lambung. Kunyah makanan dengan baik agar pencernaan lebih ringan.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih secara bertahap dari berbuka hingga sahur. Kurang cairan bisa memperparah gangguan pencernaan.
Beri jarak minimal 2-3 jam sebelum tidur setelah sahur atau berbuka. Posisi berbaring terlalu cepat dapat memicu naiknya asam lambung dan nyeri perut.
Rangkuman AI sedang dibuat…