33 Tahun Dompet Dhuafa, Kiprah Institut Kemandirian Buka Jalan Karier Hingga Internasional



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Institut Kemandirian Dompet Dhuafa resmi menggelar kegiatan Vocational Insight bertema “Unlock Your Potential: Mewujudkan Keterampilan Menjadi Kesempatan Karier” pada Selasa, 30 Juni 2026. Program pelatihan vokasi Institut Kemandirian ini dirancang untuk memotivasi peserta aktif, memperluas wawasan dunia kerja, sekaligus memperkuat jaringan kemitraan dengan industri sebagai penyerap tenaga kerja alumni.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), angka pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,2 juta orang pada tahun 2025. Kondisi ini semakin kompleks di tengah era perdagangan bebas ASEAN yang menuntut tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Lulusan SMK menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak. Di sinilah Institut Kemandirian hadir sebagai lembaga vokasi dan inkubasi bisnis di bawah naungan Dompet Dhuafa untuk membentuk generasi yang berdaya saing, mandiri, dan berkarakter melalui pelatihan berorientasi kebutuhan pasar.
Kegiatan Vocational Insight 2026 diikuti oleh total 57 orang yang terdiri dari peserta pelatihan aktif, meliputi program Service Motor, Sekolah Tukang Ahli, dan Menjahit, serta alumni pelatihan dari bidang Cukur, Pijat, dan Barista, juga menghadirkan mitra offtaker dan tamu undangan dari kalangan industri.
Salah satu momen paling ditunggu dalam Vocational Insight 2026 adalah rangkaian seremoni strategis yang berlangsung pada sesi pagi. Sejumlah capaian penting Institut Kemandirian diresmikan secara simbolis, di antaranya:
“Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk menguatkan program yang dijalankan IK, maka hari ini kita menghadirkan berbagai mitra kerjasama sebagai komitmen Institut Kemandirian membuka kolaborasi dengan berbagai pihak demi memaksimalkan kebermanfaatan dan tercapainya output serapan kerja. Layaknya sapu lidi, jika hanya satu mudah dipatahkan dan tidak dapat dimanfaatkan tetapi jika digabungkan maka akan bermanfaat.” Ucap Asep Hendriana, Ketua Pengurus Yayasan Umar Usman dalam sambutannya.
Inti dari kegiatan Vocational Insight 2026 adalah sesi inspiratif berdurasi satu jam yang dipandu oleh Supardi Lee, berlangsung pukul 10.15 hingga 11.20 WIB. Sesi ini mengupas tiga tema utama yang relevan bagi peserta pelatihan vokasi:
Sesi diakhiri dengan tanya jawab dan diskusi interaktif yang dipandu MC, memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada pembicara.
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar motivasi sesaat. Institut Kemandirian menetapkan empat tujuan strategis dari penyelenggaraan Vocational Insight:
Vocational Insight 2026 menjadi bukti nyata komitmen Institut Kemandirian Dompet Dhuafa dalam menghubungkan dunia pelatihan dengan dunia kerja secara konkret. Dengan terbentuknya kemitraan baru, peluncuran program internasional, dan fasilitas sertifikasi yang semakin lengkap, Institut Kemandirian terus memperkuat posisinya sebagai solusi strategis pengangguran vokasional di Indonesia.
Ke depan, Institut Kemandirian berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang membuka peluang karier nyata bagi generasi muda Indonesia baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
“Pendidikan merupakan program yang strategis untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan model pendidikan TEKUN ( Terampil, Kerja, Usaha, Naik Kelas). Institut Kemandirian siap menyediakan berbagai jurusan pelatihan vokasi dengan kurikulum praktis dan terhubung dengan peluang bekerja dan berwirausaha sehingga peserta pelatihan akan tumbuh dari mustahik menjadi muzakki. Di usia 21 tahun ini, Institut kemandirian terus memperluas jangkauan manfaat dari pelatihan keterampilan hingga kemandirian usaha demi generasi Indonesia yang lebih mandiri.” ucap M. Imam Baihaqi, Manager Diklat dan Operasional Institut Kemandirian dalam sambutannya.
Rangkuman AI sedang dibuat…