4 Jenis Obat Cacing yang Teruji Ahli Farmasi, Lengkap Beserta Dosis dan Cara Kerjanya!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Masyarakat sering mencari tahu mengenai pilihan obat cacing yang aman digunakan.
Terdapat 4 jenis obat cacing yang teruji ahli foarmasi.
Masing-masing bekerja dengan cara berbeda untuk membasmi parasit dalam tubuh.
Deretan 4 jenis obat cacing yang sudah lulus uji menurut ahli farmasi, yaitu:
Kedua obat ini bekerja dengan menghambat pembentukan mikrotubulus pada sel cacing sehingga tidak mampu menyerap glukosa. Akibatnya, cacing kehilangan energi, lumpuh, lalu mati.
Obat ini melumpuhkan otot cacing dengan menstimulasi reseptor asetilkolin. Dampaknya, cacing terlepas dari dinding usus dan keluar bersama feses.
Piperazin menghambat transmisi neuromuskular pada cacing gelang sehingga menyebabkan kelumpuhan total.
Cara kerjanya meningkatkan permeabilitas membran sel terhadap ion kalsium, membuat cacing mengalami kontraksi hingga mati.
Prof. Zullies, seorang pakar farmasi, menjelaskan bahwa obat cacing tidak mengeluarkan cacing hidup. Menurutnya, “Cacing akan lumpuh atau mati, lalu terdorong keluar bersama feses.”
Dosis obat berbeda tergantung usia dan jenis:
Dewasa & anak > 2 tahun, 400 mg dosis tunggal. Anak 1–2 tahun, 200 mg dosis tunggal.
Dewasa & anak > 2 tahun, 500 mg dosis tunggal, atau 100 mg dua kali sehari selama 3 hari.
Dewasa & anak, 10 mg/kg berat badan dosis tunggal. Maksimal 1.000 mg.
Zullies menambahkan, WHO dan Kemenkes RI merekomendasikan konsumsi obat cacing tiap enam bulan sekali, terutama di daerah endemis. Hal ini penting untuk mencegah infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (soil-transmitted helminthiasis).
Rangkuman AI sedang dibuat…