7 Fakta Kecelakaan Beruntun Tol Cipali, Lima Orang Tewas di Tempat


HAIJAKARTA.ID – Insiden kecelakaan beruntun Tol Cipali kembali menelan korban jiwa.
Peristiwa maut ini terjadi pada Selasa (18/11) dini hari di KM 72+500 jalur B, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Purwakarta.
Berikut 5 fakta kecelakaan beruntun Tol Cipali yang berhasil dihimpun dari keterangan kepolisian.
Kasubdit Gakkum Polda Jawa Barat, Kompol Mohammad Amirul Hakim, saat dikonfirmasi pada Selasa pagi menyebut bahwa proses penanganan masih terus dilakukan.
Ia menuturkan bahwa pihaknya masih berada di lokasi untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
“Kami sedang berada di lokasi untuk menggali kronologi lengkap kejadiannya,” kata Amirul dengan pengubahan redaksi.
Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan tiga kendaraan:
Identitas para pengemudi masih dalam proses pendataan petugas.
Fakta ini menambah daftar 5 fakta kecelakaan beruntun Tol Cipali yang menjadi sorotan publik.
Kompol Amirul menjelaskan bahwa benturan keras antara kendaraan diduga menjadi penyebab fatalnya kecelakaan ini.
Dugaan awal memperlihatkan kerusakan parah pada bagian depan dua bus dan minibus yang terlibat.
Sebanyak lima orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Tujuh lainnya mengalami luka berat dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara korban luka ringan masih dalam proses pendataan petugas.
Tragedi ini menjadi salah satu 5 fakta kecelakaan beruntun Tol Cipali yang menonjol karena tingginya jumlah korban.
Polisi belum memutuskan penyebab pasti kecelakaan, namun sejumlah titik penyelidikan mulai ditelusuri, antara lain:
Polda Jawa Barat bersama Korlantas Polri turun langsung memantau jalannya penyelidikan agar hasilnya dapat terungkap secara objektif.
Petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan dan masih menunggu hasil investigasi di lapangan.
Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, polisi menerapkan metode olah tempat kejadian perkara yang lebih mendalam.
Kompol Amirul menyampaikan bahwa pihaknya memakai Traffic Accident Analysis (TAA) dan teknologi 3D Scanner dalam pemeriksaan visual di lapangan.
“Kami melakukan olah TKP secara detail dengan bantuan perangkat TAA serta pemindaian 3D. Tujuannya agar faktor penyebab kecelakaan bisa diketahui secara menyeluruh,” ujarnya setelah dilakukan perubahan redaksi.
Hingga siang hari, penyidik masih memeriksa saksi, menunggu hasil identifikasi para korban, serta menyoroti satu hal penting tidak ditemukan jejak rem di lokasi, yang mengindikasikan tidak ada perlambatan signifikan sebelum benturan terjadi.
Rangkuman AI sedang dibuat…