Alasan Kepala BGN Belum Distribusikan Motor Operasional SPPG, Ini Bocorannya!


HAIJAKARTA.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkap alasan kepala BGN belum distribusikan motor operasional SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan sebagai respons atas beredarnya video di media sosial yang menampilkan deretan sepeda motor berlogo BGN.
Isu tersebut sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait penggunaan kendaraan operasional untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dadan menjelaskan bahwa pengadaan sepeda motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran pemerintah tahun 2025.
Ia menyampaikan, “Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG.”
Meski kendaraan sudah tersedia, Dadan menegaskan bahwa distribusi belum dapat dilakukan karena masih menunggu proses administrasi.
Ia mengatakan, “Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan.”
Menurut Dadan, kendaraan operasional tersebut harus melalui tahapan pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN). Proses ini menjadi syarat utama sebelum motor dapat digunakan secara resmi.
Ia menuturkan bahwa realisasi pengadaan kendaraan dilakukan secara bertahap sejak akhir tahun lalu.
Dadan menyebut, “Realisasi pengadaan motor dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025.”
Dengan demikian, distribusi motor operasional SPPG masih menunggu penyelesaian administrasi secara menyeluruh.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga membantah kabar yang beredar di media sosial terkait jumlah pengadaan motor yang disebut mencapai 70.000 unit.
Ia menegaskan, “Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025.”
Selain spesifikasi, harga motor listrik MBG juga menjadi perbincangan karena dinilai cukup tinggi.
Berdasarkan informasi dari situs resmi, harga motor listrik MBG beserta spesifikasi menunjukkan bahwa tipe Emmo JVX GT dibanderol sekitar Rp 56,8 juta per unit.
Harga ini memicu perhatian publik, terutama karena jumlah pengadaan yang mencapai puluhan ribu unit dalam program pemerintah tersebut.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa motor tersebut memang bagian dari rencana pengadaan pemerintah.
Ia mengatakan, “Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG.”
Jika merujuk pada model yang beredar, berikut spesifikasi motor listrik MBG tipe Emmo JVX GT:
Motor ini dirancang untuk menunjang mobilitas operasional di berbagai kondisi medan.
Beberapa keunggulan dari motor listrik ini antara lain:
Keunggulan tersebut menjadi alasan motor ini dipilih sebagai kendaraan operasional program MBG.
Rangkuman AI sedang dibuat…