Anggaran Pendidikan 2027 Naik Jadi Rp824 Triliun, Ini Program yang Dibiayai!


HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah bersama DPR RI menyepakati anggaran pendidikan dalam APBN 2027 sebesar Rp824 triliun.
Angka tersebut meningkat 13,9 persen dibandingkan anggaran pendidikan pada 2026 yang mencapai Rp720,8 triliun.
Besaran anggaran tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Suahasil mengatakan peningkatan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan negara tetap hadir melalui berbagai layanan publik, termasuk sektor pendidikan.
“Negara akan terus hadir dalam setiap denyut nadi kehidupan rakyat Indonesia, di antaranya melalui anggaran pendidikan Rp824 triliun,” ujar Suahasil.
Anggaran pendidikan sebesar Rp824 triliun tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai program strategis pemerintah.
Beberapa di antaranya mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, renovasi sekolah dan madrasah, pengembangan Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, serta program beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Peningkatan anggaran juga terlihat pada sejumlah kementerian yang menangani sektor pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), misalnya, telah memperoleh penyesuaian pagu anggaran 2027 menjadi Rp89,10 triliun.
Angka tersebut bertambah sekitar Rp28 triliun dari pagu awal sebesar Rp61,10 triliun.
Tambahan tersebut antara lain diarahkan untuk revitalisasi satuan pendidikan serta penguatan gaji dan tunjangan guru.
Dari tambahan Rp28 triliun, sekitar Rp5 triliun disiapkan untuk program revitalisasi satuan pendidikan, sementara Rp23 triliun dialokasikan untuk mendukung gaji dan tunjangan guru yang beralih dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.
Dalam pagu Rp89,10 triliun tersebut, Program Wajib Belajar 13 Tahun mendapat alokasi sekitar Rp31,83 triliun, sedangkan Program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran memperoleh Rp51,64 triliun.
Sementara itu, dukungan terhadap pendidikan tinggi juga diperkuat melalui penambahan anggaran untuk KIP Kuliah.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendapatkan tambahan anggaran sekitar Rp1,267 triliun yang diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan KIP Kuliah.
Setelah penyesuaian tersebut, pagu anggaran Kemdiktisaintek untuk 2027 menjadi sekitar Rp66,440 triliun.
Tambahan tersebut juga digunakan untuk memperluas sasaran penerima KIP Kuliah. Pemerintah menargetkan dukungan bagi sekitar 220 ribu mahasiswa baru melalui program tersebut pada 2027.
Secara keseluruhan, sasaran KIP Kuliah disebut mencapai sekitar 1,09 juta mahasiswa, termasuk mahasiswa yang masih menjalani studi.
Dengan kenaikan anggaran tersebut, pemerintah dan DPR mengalokasikan porsi lebih besar untuk pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, mulai dari perbaikan sarana sekolah, dukungan tenaga pendidik, akses pendidikan tinggi, hingga program beasiswa.
Anggaran pendidikan 2027 sebesar Rp824 triliun pun menjadi salah satu komponen penting dalam APBN 2027, dengan pelaksanaannya akan tersebar melalui berbagai program dan kementerian yang menangani sektor pendidikan.
Rangkuman AI sedang dibuat…