Anggota DPRD Bekasi Diduga Keroyok Seorang Pria di Restoran: Korban Sebut Dipukul Botol hingga Kursi



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Seorang pria bernama Fendy (41) melaporkan dugaan pengeroyokan yang diduga melibatkan seorang anggota DPRD Bekasi berinisial N.
Peristiwa itu terjadi di sebuah restoran di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (29/10) malam.
Fendy menuturkan ia tiba di restoran sekitar pukul 20.30 WIB bersama beberapa rekannya. Usai makan, sekitar pukul 23.30 WIB, rekan-rekannya berpamitan pulang. Ia mengantar mereka ke depan restoran sebelum kembali masuk untuk menunggu jemputan.
Saat berada di luar, Fendy menyebut melihat sopir dari anggota DPRD tersebut menatap dirinya dengan intens. “Saya enggak tahu ada maksud apa. Kita juga khawatir kan, takut ada apa-apa,” ujarnya saat memberikan laporan di Polda Metro Jaya, Rabu (26/10).
Ketika kembali ke dalam restoran, Fendy mendapati sopir yang sama ikut masuk dan kembali menatapnya. Ia kemudian menghampiri anggota DPRD berinisial N untuk menanyakan maksud tatapan tersebut.
“Pak, kenapa sopir Anda lihatin saya terus?” kata Fendy menirukan pertanyaannya. Namun situasi restoran yang ramai dan suara musik membuat percakapan tidak terdengar jelas. Fendy mengaku kembali menanyakan hal yang sama karena tidak mendengar jawaban anggota dewan tersebut.
Menurut Fendy, tak lama setelah itu, anggota DPRD bersangkutan berdiri dan menghampiri meja tempat ia duduk bersama sekitar 14 orang lainnya.
“Apa kamu nantang saya?” kata Fendy menirukan ucapan N sebelum penganiayaan terjadi. “Saya jawab enggak, saya cuma tanya. Baru ngomong begitu, saya sudah dipukulin sama mereka.”
Fendy mengklaim pukulan pertama berasal dari anggota dewan tersebut, disusul pengeroyokan oleh sejumlah orang. Ia hanya bisa jongkok dan melindungi wajahnya saat dipukul menggunakan botol, kursi, hingga tendangan.
Ia mengatakan aksi pengeroyokan itu diketahui sekuriti dan pelayan Restoran Shao Kao. Petugas keamanan disebut berupaya melerai dan mengevakuasi Fendy ke area dapur, kemudian ke musala di bagian belakang restoran.
“Sekuriti bilang, ‘Kamu jangan keluar dulu, mereka masih nyariin kamu’. Saya disuruh nunggu sampai aman,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Fendy mengalami sejumlah luka, termasuk benjol di mata, pendarahan di wajah dan lengan, serta memar di kepala akibat hantaman botol.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 30 Oktober 2025. Menurut keterangan penyidik yang diterima Fendy, perkara tersebut kini telah diambil alih oleh Polresta Bekasi.
“Harapan saya pelaku segera diadili,” kata Fendy.
Rangkuman AI sedang dibuat…