Apa Hubungan Weton Tulang Wangi dengan Malam 1 Suro? Ini Makna Tradisi Jawa dan Pesan Leluhur!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Apa hubungan Weton Tulang Wangi dengan malam 1 Suro? Begini makna tradiri Jawa dan pesan tersirat!
Dalam kebudayaan masyarakat Jawa, istilah weton tulang wangi kerap menjadi sorotan menjelang malam 1 Suro-sebuah malam sakral yang menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa.
Tradisi ini erat kaitannya dengan kepercayaan spiritual dan pandangan kosmologis masyarakat Jawa yang memandang manusia sebagai bagian dari kesatuan semesta alam.
Secara umum, weton merupakan perhitungan hari kelahiran seseorang yang didasarkan pada kombinasi hari dalam seminggu (seperti Senin, Selasa, Rabu, dst.) dengan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Dari kombinasi ini, muncul kategori-kategori tertentu, salah satunya yang dianggap memiliki kekuatan atau pengaruh khusus adalah weton tulang wangi.
Menurut Sahid Teguh Widodo, Kepala Pusat Unggulan Iptek Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, weton tulang wangi adalah bentuk kepercayaan yang lahir dari pemahaman kosmologis masyarakat Jawa.
Keyakinan ini menjadi bagian dari cara seseorang menyambut malam 1 Suro sebagai momen perenungan dan pembenahan diri, yang dikenal juga sebagai self-cultivation.
Weton ini bukan sekadar hitungan biasa, melainkan dipercaya memiliki makna mendalam, terutama dalam konteks spiritualitas.
Mereka yang lahir dengan weton tulang wangi diyakini memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan energi alam, terutama saat malam 1 Suro yang dipercaya sebagai malam turunnya roh-roh leluhur ke bumi.
Menurut budayawan dan dosen Ilmu Sejarah UNS, Tundjung Wahadi Sutirto, orang-orang yang lahir dengan weton tulang wangi umumnya memiliki karakteristik spiritual yang kuat dan sensitivitas tinggi terhadap lingkungan, baik yang terlihat secara fisik maupun yang bersifat metafisik atau tidak kasat mata.
Kepekaan ini membuat mereka lebih mudah merasakan perubahan suasana batin, seperti munculnya rasa gelisah, tubuh terasa pegal, atau mudah tersulut emosi, khususnya menjelang malam 1 Suro.
Hal ini diyakini sebagai bagian dari resonansi energi dengan alam semesta dan kehadiran roh-roh leluhur.
Tundjung menyebutkan ada 11 jenis weton yang masuk dalam kategori tulang wangi, yakni:
Pemilik weton-weton ini dianggap memiliki potensi spiritual lebih besar dibanding weton lainnya, dan lebih mudah berinteraksi dengan energi-energi halus di alam sekitar.
Malam 1 Suro dalam kepercayaan Jawa bukan hanya momen pergantian tahun, tetapi juga waktu yang dipercaya memiliki nuansa magis dan mistis.
Oleh karena itu, bagi mereka yang memiliki weton tulang wangi, disarankan untuk memperkuat spiritualitas diri sebagai upaya perlindungan dari energi negatif yang mungkin muncul di malam tersebut.
Cara yang dianjurkan antara lain:
Langkah ini penting agar mereka tetap seimbang secara emosional dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan energi alam di malam yang diyakini sakral ini.
Rangkuman AI sedang dibuat…