Apa Itu Mikroplastik? Temuan BRIN di Air Hujan Jakarta



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mikroplastik di dalam air hujan di Jakarta.
Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova menjelaskan temuan kandungan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta telah dilakukan sejak 2022.
Reza menyebut partikel plastik berukuran mikroskopis itu terbentuk dari degradasi limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia.
“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” kata Reza.
Temuan ini menjadi peringatan bahwa pencemaran plastik tidak hanya berdampak pada daratan dan laut, namun juga telah mencapai atmosfer.
Partikel plastik yang bertebangan di udara saat ini terbukti ikut turun bersama air hujan dan kembali mencemari lingkungan.
Dilansir National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), mikroplastik merupakan potongan kecil plastik berukuran kurang dari 5 milimeter.
Ukurannya sangat kecil, membuatnya sulit terlihat dan mudah tersebar di berbagai lapisan lingkungan.
Mikroplastik terbagi menjadi dua jenis utama, yakni primer dan sekunder.
Mikroplastik primer merupakan partikel plastik yang sejak awal memang diproduksi berukuran kecil, misalnya bahan dalam produk kosmetik, pembersih wajah, atau serbuk industri.
Sedangkan, mikroplastik sekunder adalah pecahan dari benda plastik berukuran besar yang terurai akibat paparan sinar matahari, gesekan, atau proses alamiah lainnya.
Sifatnya yang ringan membuat mikroplastik mudah terbawa udara dan air.
Saat masuk ke atmosfer, partikel ini bisa turun kembali ke permukaan bumi melalui hujan, seperti yang ditemukan BRIN di Jakarta.
Mikroplastik menjadi ancaman serius bagi ekosistem karena bisa mencemari air, tanah, dan hewan.
Bahkan, hewan laut maupun darat bisa menelan partikel ini secara tidak sengaja dan pada akhirnya masuk ke rantai makanan manusia.
Selain itu, mikroplastik juga mampu menyerap bahan kimia berbahaya dari lingkungan sekitarnya.
Saat masuk ke tubuh makhluk hidup, partikel ini berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
Rangkuman AI sedang dibuat…