Apa itu Payment ID yang Dilucurkan Bank Indonesia, Begini Cara Kerjanya!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Apa itu Payment ID? Inilah inovasi baru Bank Indonesia untuk transaksi keuangan yang lebih transparan dan aman.
Dalam era digital yang terus berkembang pesat, kebutuhan akan sistem keuangan yang aman, efisien, dan terintegrasi menjadi semakin penting.
Menjawab tantangan ini, Bank Indonesia (BI) memperkenalkan sebuah inovasi terbaru dalam sistem pembayaran nasional yang dinamakan Payment ID.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Bl untuk mendorong transformasi sistem pembayaran digital Indonesia menuju masa depan yang lebih canggih dan terstruktur.
Peluncuran Payment ID direncanakan akan dilakukan secara resmi pada tanggal 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-80.
Momentum ini dipilih sebagai simbol semangat kemerdekaan dalam membangun fondasi sistem keuangan yang modern, inklusif, serta mengedepankan prinsip keamanan dan transparansi.
Payment ID adalah sebuah kode identifikasi unik yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh transaksi keuangan seseorang dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya.
Kode ini berupa kombinasi antara huruf dan angka yang akan menjadi identitas digital dalam ekosistem keuangan nasional.
Dengan sistem ini, semua aktivitas transaksi seseorang, baik melalui rekening bank, dompet digital, platform pinjaman, hingga layanan keuangan digital lainnya, akan tercatat dan terhubung dalam satu sistem yang komprehensif.
Konsep ini muncul sebagai bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025-2030, yaitu cetak biru pembangunan sistem pembayaran nasional yang bertujuan menciptakan integrasi antar-lembaga keuangan, mempercepat digitalisasi ekonomi, serta mendorong efisiensi dalam layanan publik yang berhubungan dengan keuangan.
Berikut ini cara kerja dari Payment ID Bank Indonesia:
Payment ID dibuat dengan menghubungkan data rekening, dompet digital, hingga pinjaman seseorang ke satu identitas berbasis NIK.
Sistem ini terhubung ke database Dukcapil untuk memastikan data pengguna valid.
Setiap transaksi-baik belanja, transfer, maupun pembayaran-akan terekam lewat Payment ID.
Bank Indonesia bisa melihat alur keuangan secara terintegrasi dan real-time.
Data hanya bisa diakses oleh pihak tertentu (misalnya bank atau pemerintah) dengan izin pengguna.
Untuk menentukan kelayakan penerima bansos, penilaian kredit, pengawasan pajak, dan pencegahan kecurangan.
BI menjamin data dilindungi sesuai UU Perlindungan Data Pribadi. Jika pemilik Payment ID meninggal, sistem otomatis menonaktifkannya.
Peluncuran Payment ID bukan sekadar perubahan teknis, melainkan menjadi lompatan besar dalam cara negara mengelola dan memantau aktivitas keuangan digital warganya.
Berikut adalah beberapa manfaat utama dari sistem ini:
Payment ID memungkinkan pemantauan semua transaksi digital secara granular atau mendetail.
Artinya, segala bentuk pemasukan, pengeluaran, transaksi investasi, pinjaman, hingga keterlibatan dalam aktivitas ilegal seperti judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol) bisa diidentifikasi dengan cepat.
Dengan profil keuangan yang terintegrasi, pemerintah dapat menilai secara objektif siapa saja yang benar-benar layak menerima bantuan sosial (bansos).
Hal ini akan mencegah penyalahgunaan dan memastikan bantuan diterima oleh mereka yang paling membutuhkan.
Data yang dihimpun melalui Payment ID dapat membantu dalam mengidentifikasi transaksi mencurigakan atau tidak wajar yang berpotensi merupakan tindakan penipuan atau pencucian uang.
Hal ini juga akan memperkuat sistem pengawasan perbankan.
Perbankan dan lembaga keuangan dapat menggunakan Payment ID untuk mengevaluasi profil keuangan calon nasabah secara lebih lengkap sebelum menyetujui kredit atau pembiayaan lainnya.
Ini akan menurunkan risiko kredit macet dan meningkatkan kualitas layanan keuangan.
Dengan satu identitas keuangan yang konsisten, masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan akan lebih mudah diikutsertakan dalam sistem keuangan formal, karena datanya bisa diakses dan dianalisis dengan lebih efisien.
Salah satu kekhawatiran utama masyarakat terhadap sistem seperti ini adalah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Namun, Bank Indonesia menegaskan bahwa perlindungan data pribadi adalah prioritas utama dalam implementasi Payment ID.
Sistem ini hanya akan dapat diakses oleh pihak-pihak resmi yang memiliki kewenangan, seperti lembaga pemerintah dan instansi keuangan tertentu.
Penggunaan data melalui Payment ID hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan (consent) dari individu yang bersangkutan, sesuai dengan prinsip transparansi dan keterbukaan informasi.
Semua proses pengolahan data akan mengikuti ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Bank Indonesia juga menjamin bahwa data tidak akan dijual, dibagikan, atau diakses oleh pihak ketiga secara sembarangan.
Payment ID juga akan terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Artinya, jika pemilik Payment ID meninggal dunia, maka status ID-nya akan dinonaktifkan secara otomatis untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang.
Dengan adanya Payment ID, Indonesia mengambil langkah maju dalam menghadapi tantangan digitalisasi sistem keuangan.
Inovasi ini bukan hanya memberikan kemudahan dalam transaksi dan monitoring, tetapi juga menjadi alat penting dalam mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang lebih transparan, sehat, dan berkelanjutan.
Rangkuman AI sedang dibuat…