Apa Itu PTSD yang Sedang Menimpa Denada Sekarang? Ketahui Gejala dan Penyebabnya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Pertanyaan publik soal siapa ayah biologis Ressa Rizky Rossano, anak yang baru diakui penyanyi Denada, masih menjadi misteri.
Di tengah sorotan tersebut, adik Denada, Enrico Tambunan, menyebut sang kakak mengalami kondisi mental yang menyerupai PTSD setiap kali topik itu diangkat.
Lantas, apa itu PTSD dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan mental seseorang?
Enrico mengungkapkan, ia belum pernah mendapat penjelasan langsung dari Denada mengenai sosok pria yang disebut meninggalkannya saat hamil hingga melahirkan Ressa.
Menurutnya, informasi paling lengkap hanya diketahui oleh Denada sendiri.
Ia mengatakan baru mengetahui Ressa adalah anak Denada pada Juni 2025. Informasi itu diperoleh dari Ratih, tante Denada yang selama ini merawat Ressa.
Dalam unggahan video di Instagram, Enrico mengaku sudah mencoba berbincang dengan kakaknya, namun Denada tak pernah mau membuka masa lalunya.
“Saat saya mencoba berbicara dengan kakak, justru saya merasa iba. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi waktu itu,” ujarnya.
Meski begitu, Enrico menyebut Ressa masih mengingat sosok pria yang pernah menjadi kekasih Denada kala itu. Namun, ia sendiri hanya bisa menebak-nebak karena tidak berada di Indonesia.
“Saya mungkin bisa memperkirakan orangnya yang mana, tapi tentu tidak bisa memastikan karena saya tidak tinggal di Tanah Air,” katanya.
Menurut Enrico, Denada selalu terlihat terpukul setiap kali pertanyaan soal ayah kandung Ressa muncul.
“Setiap saya arahkan pembicaraan ke situ, kakak langsung sangat sedih. Reaksinya seperti orang mengalami PTSD, wajahnya berubah, campur sedih dan marah, lalu menolak membahasnya,” tutur Enrico.
Ia menambahkan, ada luka batin yang sangat dalam setiap kali dirinya mencoba menggali siapa ayah biologis Ressa.
Merujuk berbagai literatur kesehatan, apa itu PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis yang sangat menekan ataupun hal lainnya.
Jika dikaitkan dengan cerita Denada, kondisi ini menggambarkan dampak psikologis jangka panjang akibat pengalaman traumatis besar dalam hidup. Dampaknya bisa berbeda pada tiap individu, namun umumnya menunjukkan pola gejala tertentu.
Beberapa ciri umum PTSD antara lain:
Gejala PTSD dapat muncul dengan tingkat keparahan berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa tanda yang kerap dialami penderita di antaranya:
Penderita sering teringat kejadian menyakitkan, bahkan merasa seolah mengalaminya kembali, termasuk melalui mimpi buruk.
Enggan membicarakan atau memikirkan peristiwa traumatis, serta menghindari tempat atau orang yang berkaitan.
Mudah menyalahkan diri sendiri, kehilangan minat, merasa putus asa, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.
Mudah marah atau takut tanpa sebab jelas, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi.
Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami alexithymia, yakni kesulitan mengenali emosi diri sendiri.
PTSD bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
Pada anak, gejalanya dapat berupa mengulang peristiwa traumatis lewat permainan, enggan berpisah dari orang tua, hingga kembali mengompol meski sebelumnya sudah terlatih.
Peristiwa yang diketahui paling sering memicu PTSD meliputi:
Rangkuman AI sedang dibuat…