Apes! Lamaran Pria Asal Sidoarjo Ditolak Gegara Bawa Rombongan Terlalu Banyak



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Hari apes memang tak pernah ada di kalender, namun nasib sial justru menimpa saat lamaran pria asal Sidoarjo ditolak gegara bawa rombongan terlalu banyak.
Diketahui ia bernama Wahyu Hidayat (37), warga Desa Krembangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.
Niat tulusnya melamar sang kekasih malah kandas lantaran lamaran pria asal Sidoarjo ditolak gegara rombongan iring-iringan terlalu banyak.
Wahyu yang telah menjalin hubungan selama lima bulan itu menggelar lamaran pada Minggu (22/6/2025) di rumah keluarga calon mempelai wanita di Warugunung, Surabaya.
Ia datang membawa cincin, kalung, baju, sepatu, hingga ponsel, dengan total biaya belasan juta rupiah.
Menurut Wahyu, niatnya murni untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
Namun, ia terkejut saat mengetahui lamarannya ditolak setelah acara selesai.
“Saya sudah mengeluarkan banyak biaya, semua niatnya baik. Tiba-tiba setelah acara, saya mendapat kabar penolakan karena membawa tamu terlalu banyak,” ungkapnya.
Sebelumnya, kedua pihak telah sepakat jumlah tamu dari pihak laki-laki maksimal 25 orang.
Namun, karena antusiasme keluarga dan kerabat, rombongan yang datang membengkak hingga sekitar 40 orang.
Wahyu mengaku tidak menyangka hal itu akan menjadi masalah besar.
“Yang datang semuanya keluarga dan teman dekat. Saya kaget saat diminta bicara sendiri, lalu dikatakan: ‘Kenapa tamunya banyak sekali?
Sudah, batal saja lamarannya.’ Saya hanya terdiam,” ceritanya.
Yang membuat Wahyu semakin kecewa adalah keputusan pembatalan tidak disampaikan langsung kepada keluarganya.
Justru, kabar itu pertama kali diketahui pihak keluarganya dari unggahan di TikTok yang membahas kejadian tersebut.
Kisah lamaran pria asal Sidoarjo ditolak gegara rombongan iring-iringan terlalu banyak ini pun menjadi viral dan mengundang beragam komentar warganet, mulai dari simpati hingga candaan.
Rangkuman AI sedang dibuat…