Asah Skill Bisnis Global di Korea Selatan, Mahasiswa S2 Prasetiya Mulya Ikuti Program Internasional ABC



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sebanyak 12 mahasiswa program magister Universitas Prasetiya Mulya mengikuti Asia Business Case (ABC) Program, program imersi bisnis global berbasis studi kasus yang mempertemukan mahasiswa pascasarjana bisnis dari Universitas Prasetiya Mulya, National Taiwan University, dan SolBridge International School of Business.
Program yang berlangsung November 2025 hingga Januari 2026 ini mencapai puncaknya melalui field study di Korea Selatan pada 12–16 Januari 2026. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung memahami praktik bisnis, budaya kerja, serta dinamika manajemen lintas negara di Asia.
Mochammad Rifqi, mahasiswa Magister Manajemen Strategic Management Universitas Prasetiya Mulya, yang juga menjabat sebagai Marketing Vice President Shell Lubricants Macro Distributors Asia Pacific, menyebut program ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari kelas.
“Program ini menjadi pengalaman yang baik karena kami dapat melihat langsung perusahaan yang menjadi objek penelitian. Selain itu, kami juga belajar memahami Korea sebagai sebuah negara, baik dari sisi bisnis maupun konteks nasionalnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Lee Chieun Yun, peserta dari National Taiwan University yang menilai program ini memberikan pengalaman kolaborasi lintas budaya yang berkesan.
“Program ini terasa menyenangkan karena memberi kesempatan untuk bekerja sama dengan mahasiswa dari latar belakang yang sangat beragam, serta terlibat langsung dalam proyek dunia nyata,” ungkapnya.

Sebagai program yang diselenggarakan secara bergilir di Indonesia, Taiwan, dan Korea Selatan, Asia Business Case Program menjadi bagian dari komitmen Universitas Prasetiya Mulya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan memperluas jejaring global mahasiswa.
Henry Pribadi, Course Coordinator ABC Program UPM, menjelaskan: “Asia Business Case Program bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai bisnis Asia melalui studi kasus nyata, kerja tim lintas budaya, dan interaksi langsung dengan perusahaan.”
Melalui Asia Business Case Program, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta bisnis global. Komitmen ini juga menjadikan Universitas Prasetiya Mulya sebagai pilihan strategis bagi calon pemimpin bisnis yang ingin menguasai bukan hanya teori, namun juga siap menghadapi dinamika bisnis global secara nyata.
Rangkuman AI sedang dibuat…