Asal Usul Kota Tua, Tempat Rekreasi Budaya Penuh Sejarah!



HAIJAKARTA.ID- Momen libur panjang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Sejumlah destinasi di Jakarta dan wilayah penyangga menawarkan potongan harga tiket serta program khusus bertema kemerdekaan. Promo yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari tiket masuk kawasan wisata dengan harga khusus, diskon […]

HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mulai menggelar Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu, 7 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menghadirkan ruang publik yang lebih sehat, ramah lingkungan, sekaligus mendukung gaya hidup aktif masyarakat. Berdasarkan informasi […]

HAIJAKARTA.ID- Sambut HUT ke-499 Kota Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2026, Pemprov DKI menyiapkan berbagai rangkaian acara spektakuler. Berbagai kegiatan akan digelar sepanjang Juni hingga Juli 2026 dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Perayaan tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya, olahraga, inovasi, hingga penguatan ekonomi melalui sektor perdagangan […]
HAIJAKARTA.ID- Asal usul Kota Tua Jakarta, tidak hanya dikenal sebagai kawasan bersejarah, namun juga sebagai tempat rekreasi budaya yang layak untuk dikunjungi.
Tertarik mengunjungi Kota Tua Jakarta untuk jalan-jalan atau berwisata? Yuk kita telusuri juga Asal usul Kota Tua dan sejarahnya!
Asal usul Kota Tua Jakarta, dulu di tahun 1526 dikenal dengan sebutan Oud Batavia (Batavia Lama). Saat itu, Kerajaan Demak mengutus panglima Fatahillah untuk menyerang Pelabuhan Sunda Kelapa.
Wilayah tersebut berhasil direbut Fatahillah, lalu berganti nama menjadi Jayakarta.
Wilayah tersebut kemudian diserang VOC yang berada di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1619.
Satu tahun setelah kejadian tersebut, VOC membangun sebuah kota tepat di atas reruntuhan Jayakarta. Sebagai penghormatan leluhur Belanda bernama Batavieren, kota tersebut diberi nama Batavia.
Pada tahun 1635, kota Batavia diperluas hingga ke sebelah barat Sungai Ciliwung. Kota ini dirancang untuk memiliki sistem pertahanan berupa parit dan tembok di sekeliling kota.
Kota Batavia kemudian memiliki fungsi sebagai kantor pusat VOC di Hindia Timur dan menjadi pusat perdagangan Asia. Nama Batavia digunakan sejak tahun 1621 sampai 1942.
Tahun 1942, Jepang datang dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta. Pada saat pemerintahan Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta, Jakarta terus melakukan revitalisasi.
Pada tahun 1972 beliau mengeluarkan keputusan gubernur untuk menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan.
Keputusan itu diambil untuk melindungi warisan sejarah. Karena dalam wilayah Kota Tua terdapat berbagai bangunan sejarah yang berfungsi sebagai museum. Ada Museum Wayang79, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Museum Mandiri, dan Museum Indonesia.
Salah satu fasilitas Kota Tua Jakarta mempunyai berbagai yang berfungsi untuk kemudahan mencapai tempat tersebut adalah tersedianya bus Transjakarta dan KRL Commuter Line.
Selain itu, Kota Tua Jakarta juga menyediakan penyewaan sepeda yang bisa digunakan pengunjung untuk mengelilingi kawasan tersebut.
Demikian ulasan tentang sejarah Kota Tua Jakarta yang masih terus terjaga eksistensinya hingga saat ini. Semoga bisa menambah wawasan kamu ya, selamat berkunjung ke Kota Tua Jakarta!
Rangkuman AI sedang dibuat…