Awas! 5 Gejala Penyakit PMK pada Hewan Kurban, Waspada Jelang Idul Adha


HAIJAKARTA.ID – Menjelang perayaan Idul Adha, para peternak dan calon pekurban diingatkan untuk lebih waspada terhadap ancaman gejala PMK pada hewan kurban khususnya sapi.
Wabah virus ini pernah melanda dengan dampak luas, dan hingga kini masih menjadi perhatian utama dalam sektor peternakan.
Kewaspadaan dini dan pemahaman tentang gejala penyakit PMK menjadi langkah penting guna mencegah penyebaran dan meminimalkan kerugian.
Dilansir dari berbagai sumber, termasuk Dinas Kominfo Kabupaten Demak, PMK adalah penyakit infeksi virus RNA dari genus Aphthovirus, keluarga Picornaviridae, yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.
Penyakit ini sangat menular dan menyebabkan penurunan produksi, pembatasan lalu lintas hewan, hingga kematian—terutama pada anak sapi.
Penting bagi peternak untuk mengenali gejala penyakit PMK sedini mungkin. Berikut ciri-ciri klinis yang harus diwaspadai:
PMK biasanya ditandai dengan lepuhan berisi cairan yang kemudian pecah dan membentuk luka pada bagian dalam bibir, gusi, lidah, serta hidung. Luka serupa juga bisa ditemukan di teracak
(kuku) hewan.
Luka pada bagian kuku menyebabkan sapi mengalami pincang dan tampak enggan bergerak. Ketika diperiksa lebih lanjut, bagian interdigital atau celah kuku sering kali menjadi pusat luka.
Air liur menetes terus-menerus dan berbusa adalah pertanda iritasi serius di dalam rongga mulut. Gejala ini sangat khas pada kasus PMK.
Demam tinggi dan luka di mulut menyebabkan ternak kehilangan selera makan. Jika berlangsung lama, berat badan akan menurun drastis.
Suhu tubuh yang mendadak tinggi, bahkan mencapai 41°C, merupakan sinyal bahaya. Peternak dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan suhu secara berkala.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut tindakan preventif yang dapat dilakukan berdasarkan informasi dari Dinkominfo Demak:
Pastikan hewan kurban tidak berasal dari wilayah yang terpapar PMK. Periksa riwayat kesehatannya dan pastikan berasal dari sumber terpercaya.
Lakukan penyemprotan desinfektan secara rutin pada kandang, kendaraan, dan peralatan peternakan. Hindari orang asing masuk ke area kandang.
Jika terdapat hewan yang menunjukkan gejala penyakit PMK, segera pisahkan dari ternak sehat dan jangan diperjualbelikan.
Warga diminta segera menghubungi dinas terkait atau Puskeswan jika mencurigai adanya infeksi. “Laporan dini akan sangat membantu dalam pengambilan langkah cepat,” ujar seorang staf kesehatan hewan.
Minimalkan kontak langsung antar hewan, serta awasi kemungkinan penularan lewat peralatan atau manusia yang berpindah antar kandang.
Luka akibat PMK rentan terhadap bakteri lain. Konsultasikan dengan dokter hewan mengenai antibiotik atau tindakan pencegahan tambahan.
Nutrisi berkualitas dan pakan seimbang sangat berperan dalam meningkatkan ketahanan tubuh ternak. Vaksinasi juga bisa menjadi solusi tambahan jika tersedia.
Kesehatan hewan kurban merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan memahami gejala penyakit PMK dan menerapkan langkah pencegahan secara disiplin, diharapkan Idul Adha tahun ini berjalan lancar dan aman tanpa gangguan wabah.
Rangkuman AI sedang dibuat…