Baru! Pendaftaran SPAN-PTKIN 2025 Resmi Dibuka, Intip Jadwal Lengkap dengan Persyaratannya


HAIJAKARTA.ID – Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2025 dimulai pada awal Januari.
Jalur ini ditujukan untuk menjaring siswa berprestasi yang konsisten menunjukkan keunggulannya selama masa studi.
Pendaftaran diawali dengan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah dan dilanjutkan dengan proses oleh siswa.
Ada 2 tahap berbeda yakni dari sekolah dan siswa, sebagai berikut:
Setelah proses pendaftaran selesai, panitia nasional akan melakukan seleksi berdasarkan nilai rapor, prestasi tambahan, kualitas sekolah, serta indeks kewilayahan bagi siswa dari daerah 3T.
Siswa kelas terakhir di MA/MAK/SMA/SMK atau lembaga pendidikan kesetaraan lainnya pada 2025.
Memiliki NISN dan nilai rapor yang terisi lengkap di PDSS.
Memenuhi syarat akademik yang ditentukan oleh PTKIN tujuan.
Adapun jadwal yang telah ditentukan dalam SPAN-PTKIN 2025 adalah:
SPAN-PTKIN 2025 menjadi peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Pastikan mengikuti jadwal dan mempersiapkan dokumen dengan baik.
SPAN-PTKIN menggunakan nilai rapor dan prestasi siswa sebagai dasar seleksi.
Hal ini meringankan siswa karena tidak perlu mengikuti ujian seleksi masuk yang biasanya memerlukan persiapan intensif.
Proses pendaftaran SPAN-PTKIN sepenuhnya gratis. Siswa tidak dibebani biaya pendaftaran, sehingga memberikan peluang lebih besar bagi siswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
SPAN-PTKIN menawarkan jalur masuk ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terkemuka di Indonesia, seperti UIN, IAIN, dan STAIN.
Program studi yang ditawarkan mencakup berbagai bidang, termasuk ilmu keagamaan dan ilmu umum.
Proses seleksi mempertimbangkan nilai rapor dan prestasi lain, seperti penghargaan di bidang akademik atau non-akademik.
Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa yang konsisten menunjukkan prestasi.
SPAN-PTKIN memberikan perhatian khusus kepada siswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui indeks kewilayahan.
Kebijakan ini memberikan peluang lebih besar bagi siswa di wilayah tersebut.
SPAN-PTKIN membuka peluang bagi siswa yang ingin mendalami studi keislaman secara formal di perguruan tinggi.
Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin melanjutkan karier di bidang keagamaan, pendidikan, atau sosial.
Proses pendaftaran yang sederhana dan berbasis digital melalui sistem PDSS memudahkan sekolah dan siswa dalam melengkapi dokumen dan informasi yang diperlukan.
Rangkuman AI sedang dibuat…