BMKG Ungkap Penyebab Hujan Ekstrem yang Picu Banjir di Wilayah Jabodetabek



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – BMKG Ungkap Penyebab Hujan Ekstrem yang Picu Banjir di Wilayah Jabodetabek
Hujan deras yang mengguyur wilayah jabodetabek selama dua hari berturut-turut, pada Sabtu dan Minggu, 5–6 Juli 2025, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Bahkan, tak sedikit infrastruktur yang terdampak akibat curah hujan tinggi tersebut.
Menanggapi fenomena ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi bukan hanya bersifat lokal di Pulau Jawa, melainkan juga melanda wilayah lain di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers daring pada Senin (7/7).
“Hujan ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Pulau Jawa, tetapi juga tercatat di Mataram, Lombok, dan beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan,” ujar Dwikorita.
BMKG mencatat, pada Sabtu (5 Juli), intensitas hujan di kawasan Bogor mencapai lebih dari 100 mm, yang dikategorikan sebagai hujan lebat hingga sangat lebat.
Kondisi semakin memburuk pada Minggu (6 Juli), terutama di kawasan Puncak, Bogor, di mana curah hujan mencapai lebih dari 150 mm dalam sehari.
“Hujan ekstrem ini berdampak pada bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” jelasnya.
Sementara itu, wilayah Tangerang dan Jakarta Timur juga mengalami hujan lebat dengan intensitas hingga 140 mm per hari. Meski angka ini belum masuk kategori ekstrem, dampaknya tetap signifikan.
Sejumlah genangan dilaporkan terjadi di berbagai lokasi, termasuk di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, yang terendam air setinggi lutut orang dewasa pada Minggu.
BPBD Kota Tangerang Selatan juga melaporkan sedikitnya tujuh titik banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada waktu yang sama.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi daerah-daerah rawan banjir dan tanah longsor.
“Kami minta masyarakat mengikuti terus pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG untuk menghindari risiko lebih lanjut,” pungkas Dwikorita.
Rangkuman AI sedang dibuat…