BSI Salurkan KUR Syariah Rp1,65 Triliun Hingga Februari 2026, 11 Ribu UMKM Terbantu!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- BSI salurkan KUR syariah Rp1,65 triliun hingga februari 2026 performa yang impresif dalam mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hingga Februari 2026, BSI berhasil menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah sebesar Rp1,65 triliun, yang telah menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Capaian ini setara dengan 11,1 persen dari total kuota penyaluran KUR Syariah yang ditargetkan sepanjang tahun 2026.
Angka tersebut menunjukkan adanya akselerasi yang cukup signifikan di awal tahun, sekaligus mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan sektor UMKM yang terus menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Penyaluran pembiayaan ini tidak hanya berfungsi sebagai dukungan modal usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
Dalam implementasinya, BSI menempatkan fokus utama pada sektor-sektor produktif yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.
Sektor makanan dan minuman halal menjadi salah satu prioritas utama, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk halal baik di pasar domestik maupun global.
Selain itu, sektor jasa dan perdagangan juga menjadi target utama pembiayaan karena dinilai memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
Dari total pembiayaan yang telah disalurkan, sekitar 65 persen dialokasikan untuk sektor produksi, sementara 35 persen sisanya disalurkan ke sektor non-produksi.
Komposisi ini mencerminkan keselarasan strategi BSI dengan kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada penguatan sektor riil dan penciptaan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menegaskan bahwa di tengah ekspansi pembiayaan yang agresif, BSI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking).
Setiap penyaluran pembiayaan dilakukan melalui proses analisis yang komprehensif, dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi, profil risiko nasabah, serta tren kualitas pembiayaan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa pertumbuhan pembiayaan tetap berada dalam koridor yang sehat, sekaligus menjaga stabilitas portofolio perusahaan dalam jangka panjang.
Menurut Kemas, BSI melihat adanya prospek yang cerah bagi pertumbuhan UMKM sepanjang tahun 2026.
Hal ini didukung oleh berbagai program pemerintah yang semakin memperkuat ekosistem UMKM, termasuk pengembangan KUR Syariah, dukungan terhadap industri halal, serta program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Pertumbuhan pembiayaan di segmen UMKM turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan BSI secara keseluruhan.
Hingga Februari 2026, total pembiayaan BSI tercatat mencapai Rp323 triliun, atau tumbuh sebesar 14,32 persen secara tahunan (year on year).
Sementara itu, pembiayaan pada segmen ritel, termasuk UMKM, mencapai Rp52,43 triliun dengan pertumbuhan sebesar 6,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain segmen UMKM, kontribusi pertumbuhan juga berasal dari sektor konsumer, terutama bisnis emas yang menunjukkan tren peningkatan minat di kalangan masyarakat sebagai instrumen investasi yang relatif stabil.
Tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, BSI juga активно membangun ekosistem pendukung UMKM melalui berbagai inisiatif strategis.
Program-program tersebut mencakup pendampingan usaha secara berkelanjutan, pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga fasilitasi business matching untuk memperluas akses pasar.
BSI juga menghadirkan layanan BSI UMKM Center yang menjadi pusat pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
Melalui fasilitas ini, pelaku usaha dapat memperoleh berbagai layanan mulai dari konsultasi bisnis, akses pembiayaan, hingga pelatihan kewirausahaan.
Selain itu, BSI turut membantu pelaku UMKM dalam proses sertifikasi halal, yang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk di pasar global, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap pembangunan ekonomi nasional, BSI juga terus memperkuat dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, termasuk agenda Asta Cita yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Optimalisasi fungsi intermediasi antara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran pembiayaan menjadi strategi utama yang diandalkan BSI untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang solid.
Dengan pendekatan ini, BSI diharapkan mampu terus berkontribusi dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Ke depan, BSI optimistis bahwa sektor UMKM akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, ekosistem yang semakin kuat, serta tren positif industri halal, UMKM diyakini mampu meningkatkan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Momentum awal tahun 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara perbankan syariah, pemerintah, dan pelaku usaha dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Rangkuman AI sedang dibuat…