Daftar Acara Peringatan Waisak 2025 di Candi Borobudur, Bakal Digelar Selama 4 Hari


HAIJAKARTA.ID – Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 akan digelar secara meriah di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai 9 hingga 12 Mei 2025.
Berikut ini akan dibahas daftar acara peringatan Waisak 2025 di Candi Borobudur.
Mengusung tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Mewujudkan Kedamaian Dunia”, acara ini diprediksi akan menyedot kehadiran sekitar 90 ribu pengunjung, meningkat dari tahun sebelumnya.
Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menyampaikan bahwa peningkatan ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap rangkaian acara peringatan Waisak 2025 di Candi Borobudur.
“Kami melihat tren positif dalam minat masyarakat terhadap perayaan Waisak sebagai momen spiritual sekaligus wisata budaya,” ujarnya.
Selama empat hari, kawasan candi akan dipenuhi kegiatan menarik, mulai dari pasar UMKM bertajuk Kampung Seni Borobudur yang melibatkan 1.946 pelaku usaha.
Menargetkan 8.000 pasien untuk menerima layanan kesehatan gratis
Layanan meliputi:
Menurut pihak penyelenggara, 4.000 tiket untuk partisipasi penerbangan lampion telah ludes terjual. Namun, tiket untuk menonton acara masih tersedia bagi pengunjung umum.
Sebagai tambahan hiburan, tahun ini panitia menghadirkan 450 unit drone untuk melakukan atraksi cahaya di langit, memberikan pengalaman visual yang spektakuler bagi para pengunjung.
Untuk mendukung kelancaran acara, pengelola menyiapkan area parkir luas di sekitar Kampung Seni Borobudur yang mampu menampung 600 mobil, 60 bus, dan 200 sepeda motor.
Selain itu, ada tiga kantong parkir tambahan yang dikelola masyarakat sekitar, masing-masing mampu menampung 500–600 kendaraan.
Rangkaian kegiatan perayaan ini sebenarnya telah dimulai sejak 4 Mei 2025, termasuk pembersihan Taman Pahlawan dan ritual keagamaan seperti Kaju Monlam dan Nigma Monlam dengan kehadiran biksu dari Tibet, India, hingga Eropa.
Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional, Karuna Murdaya, mengungkapkan bahwa mayoritas pengunjung Waisak di Borobudur justru bukan umat Buddha.
“Sekitar 85 persen pengunjung berasal dari latar belakang agama lain. Ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan Waisak menciptakan harmoni dan toleransi antar umat,” jelasnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…