Daftar Wilayah Berpotensi Tanah Longsor di Jakarta Maret 2026, Warga Diminta Waspada



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merilis daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026 sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat.
Informasi ini disampaikan agar warga yang tinggal di kawasan rawan dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Instagram Pemprov DKI Jakarta, potensi gerakan tanah diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah ibu kota selama bulan Maret 2026.
Prakiraan daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026 disusun melalui analisis yang menggabungkan beberapa data penting.
Pemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa pemetaan tersebut dilakukan dengan metode tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan.
Pihak Pemprov menyampaikan bahwa pemetaan wilayah rawan gerakan tanah dibuat dari hasil overlay antara peta kerentanan gerakan tanah dengan prakiraan curah hujan yang bersumber dari BMKG.
“Prakiraan wilayah yang berpotensi mengalami gerakan tanah dibuat berdasarkan hasil tumpang susun antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Pemprov DKI Jakarta.
Sementara itu, data kerentanan gerakan tanah juga mengacu pada informasi dari PVMBG atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Dalam daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026, sejumlah kecamatan di Jakarta Selatan masuk dalam kategori zona menengah.
Wilayah yang termasuk dalam kategori tersebut meliputi:
Zona menengah berarti wilayah tersebut memiliki potensi terjadinya gerakan tanah, terutama jika curah hujan meningkat di atas kondisi normal.
Selain Jakarta Selatan, beberapa kecamatan di Jakarta Timur juga masuk dalam daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026.
Wilayah tersebut antara lain:
PVMBG menjelaskan bahwa pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi ketika curah hujan berada di atas normal, khususnya di wilayah yang berada di sekitar lembah sungai, tebing jalan, atau area lereng yang mengalami gangguan.
Pihak PVMBG menjelaskan bahwa zona menengah merupakan wilayah yang memiliki potensi terjadinya gerakan tanah apabila curah hujan meningkat, terutama pada area yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan, maupun lereng yang mengalami gangguan.
Selain zona menengah, terdapat pula kategori zona tinggi dalam peta kerentanan gerakan tanah.
Pada zona tinggi, kemungkinan terjadinya longsor lebih besar, terutama ketika curah hujan berada di atas normal.
PVMBG menyebutkan bahwa di zona tinggi, gerakan tanah dapat terjadi ketika curah hujan meningkat dan bahkan dapat mengaktifkan kembali longsoran lama yang sebelumnya sudah pernah terjadi.
Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk melakukan berbagai langkah pencegahan guna meminimalkan risiko bencana tanah longsor.
Beberapa langkah yang disarankan sebelum mendirikan tempat tinggal antara lain:
Bagi warga yang sudah terlanjur tinggal di wilayah rawan longsor, beberapa langkah antisipasi dapat dilakukan.
Di antaranya melakukan penghijauan dengan tanaman yang memiliki akar kuat serta selalu memantau informasi peringatan dini dari instansi resmi.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk selalu menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi.
Selain itu, warga diminta untuk tidak menunda evakuasi apabila kondisi cuaca ekstrem terjadi.
“Warga diimbau untuk segera melakukan evakuasi atau berpindah ke tempat yang lebih aman apabila terjadi kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana,” demikian imbauan yang disampaikan.
Melalui publikasi daftar wilayah berpotensi tanah longsor di Jakarta Maret 2026, Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah mitigasi sejak dini guna menghindari dampak bencana.
Rangkuman AI sedang dibuat…