Doa Niat Ganti Puasa Ramadhan karena Haid, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID – Haid menjadi salah satu kondisi yang membuat perempuan tidak diperbolehkan menjalankan puasa Ramadhan. Meski demikian, puasa yang ditinggalkan tetap wajib diganti di hari lain setelah bulan Ramadhan berakhir.
Kewajiban ini telah ditegaskan dalam ajaran Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184 serta diperkuat oleh hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 184, Allah SWT berfirman:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(Al-Baqarah: 184)
Karena itu, penting bagi perempuan Muslim memahami doa niat ganti puasa Ramadhan karena haid agar ibadah qadha yang dilakukan sah dan sesuai dengan tuntunan Islam.
Sebelum menjalankan puasa pengganti atas puasa Ramadhan yang terlewat karena haid, seorang perempuan diwajibkan untuk menanamkan niat terlebih dahulu.
Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa, sebagai bentuk kesungguhan hati dalam menunaikan kewajiban yang tertunda.
Sementara itu, Niat adalah syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Dikutip dari NU Online, dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, No. 2454, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, No. 914)
Adapun niat tersebut diwujudkan dengan membaca doa niat ganti puasa Ramadhan bagi wanita yang meninggalkannya karena haid, sebagaimana berikut.
Berikut adalah niat doanya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadaa’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Perempuan Muslim perlu memahami bahwa niat ganti puasa Ramadhan dapat dibacakan ketika hendak menjalankan puasa qadha, baik pada malam hari sebelum fajar maupun sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat tersebut menjadi bagian penting dari ibadah puasa, karena membedakan antara puasa wajib dan puasa sunnah.
Dengan membaca niat ganti puasa Ramadhan secara benar dan sesuai tuntunan, ibadah qadha yang dilakukan diharapkan sah dan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Rangkuman AI sedang dibuat…