Gaji ke-13 ASN 2026 Dipastikan Cair Juni, Nominalnya Bisa Capai Rp31 Juta!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Gaji ke-13 ASN 2026 dipastikan cair Juni, cek selengkapnya disini!
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 yang telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 3 Maret 2026.
Aturan tersebut kemudian diperkuat melalui regulasi teknis berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026, yang mengatur secara lebih detail mengenai mekanisme pembayaran hingga komponen penghasilan yang diterima.
Dengan dasar hukum yang jelas, pemerintah menegaskan bahwa gaji ke-13 tetap menjadi bagian dari kebijakan fiskal untuk menjaga kesejahteraan aparatur negara sekaligus mendorong stabilitas ekonomi nasional.
Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 15 PP Nomor 9 Tahun 2026, pencairan gaji ke-13 direncanakan:
Penentuan waktu ini bukan keputusan yang bersifat kebetulan. Pemerintah secara konsisten menjadwalkan pencairan di pertengahan tahun untuk membantu ASN memenuhi kebutuhan pendidikan anak, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Selain itu, pencairan serentak pada bulan Juni juga diharapkan mampu memberikan dorongan konsumsi masyarakat secara luas, mengingat pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan pengeluaran rumah tangga.
Gaji ke-13 tahun 2026 diberikan kepada berbagai kelompok aparatur negara yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kelompok penerima meliputi:
Namun demikian, terdapat pengecualian bagi beberapa pihak. Pemerintah menegaskan bahwa gaji ke-13 tidak diberikan kepada:
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemberian gaji ke-13 tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip keadilan dalam pengelolaan keuangan negara.
Gaji ke-13 tidak hanya terdiri dari gaji pokok, tetapi juga mencakup sejumlah komponen penghasilan lain yang biasa diterima ASN setiap bulannya.
Jika skema tidak mengalami perubahan, maka komponen yang diterima meliputi:
Besaran gaji ke-13 yang diterima akan mengacu pada penghasilan yang dibayarkan pada bulan Mei 2026, sehingga nominalnya dapat berbeda-beda tergantung pada jabatan, masa kerja, dan instansi masing-masing.
Pemerintah juga menetapkan batas maksimal nominal gaji ke-13 untuk beberapa kategori pegawai. Berikut rinciannya:
Pegawai Non-ASN Berdasarkan Pendidikan dan Masa Kerja
Perlu dicatat bahwa angka tersebut merupakan batas maksimal dan dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing instansi serta masa kerja pegawai.
Di tengah kepastian jadwal pencairan, pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa besaran gaji ke-13 masih dalam tahap evaluasi.
Pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan kemungkinan penyesuaian atau efisiensi anggaran, terutama karena meningkatnya tekanan pada belanja subsidi energi akibat fluktuasi harga minyak dunia.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), agar defisit tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi global.
Lebih dari sekadar tambahan penghasilan, gaji ke-13 memiliki fungsi strategis dalam perekonomian nasional. Berdasarkan kajian Kementerian Keuangan Republik Indonesia, kebijakan ini mampu:
Hal ini penting mengingat konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Meskipun masih terdapat kemungkinan penyesuaian dari sisi nominal, kepastian pencairan gaji ke-13 pada Juni 2026 tetap menjadi angin segar bagi aparatur negara.
Rangkuman AI sedang dibuat…