Geger! Lansia Asal Bekasi Ditemukan Tewas Membengkak di Kamar, Berawal dari Bau Menyengat



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Warga Kelibayem, Sonopakis Lor, Kelurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia (lansia) di dalam kamar rumahnya pada Minggu, (14/6/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Diketahui, korban berinisial BG (63), warga I, Jatiranggon, Jatisampurna, Bekasi. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya sendiri sekitar pukul 17.30 WIB.
Penemuan tersebut bermula ketika sang kakak, Budianto (60), mencium aroma tidak sedap yang berasal dari area belakang rumah. Karena curiga dengan bau menyengat tersebut, ia kemudian berusaha mencari sumbernya hingga menuju kamar korban.
Saat membuka dan memeriksa kamar, saksi terkejut melihat adiknya sudah terbaring tidak bernyawa di atas tempat tidur. Kondisi tubuh korban saat itu diketahui sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera memberi tahu warga sekitar dan melaporkannya kepada Ketua RT setempat yang kemudian meneruskan informasi ke Polsek Kasihan.
Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Bantul serta tenaga medis dari Puskesmas Kasihan II untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.
“Petugas kami langsung meluncur ke TKP begitu menerima laporan dari masyarakat untuk mengamankan lokasi, melakukan olah TKP awal bersama Tim Inafis, dan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui pertama kali,” kata AKP Bhayu, Senin (15/6/2026).
Dari keterangan keluarga, korban terakhir kali terlihat dalam kondisi sehat pada Jumat (12/6) sekitar pukul 18.30 WIB. Selama ini korban hanya sesekali mengeluhkan gangguan kesehatan ringan seperti masuk angin dan tidak memiliki riwayat sakit serius.
Pemeriksaan medis dilakukan oleh tim dokter Puskesmas Kasihan II yang dipimpin dr. Triatmi Diah Wahyuning dan dr. Imanulah Akbar Izza Patria.
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
Tim medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 24 hingga 36 jam sebelum ditemukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, polisi menyimpulkan tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Hasil pemeriksaan medis dari dokter Puskesmas Kasihan II menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, dan diperkirakan korban sudah meninggal dunia antara 24 hingga 36 jam sebelum ditemukan. Dengan demikian, kematian korban diduga kuat karena faktor alami dan tidak ada indikasi tindak pidana,” ujar AKP Bhayu.
Rangkuman AI sedang dibuat…