Hal yang Dilarang Saat Ziarah Kubur, Jangan Sampai Niat Baik Jadi Keliru!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID – Ziarah kubur sering menjadi momen refleksi, doa, sekaligus pengingat bahwa hidup di dunia hanya sementara. Namun, di balik niat baik tersebut masih banyak kebiasaan yang tanpa disadari justru bertentangan dengan ajaran islam.
Karena itu, penting bagi setiap muslim memahami hal yang dilarang saat ziarah kubur, agar amalan ini tetap bernilai ibadah dan tidak keluar dari tuntunan syariat.
Ziarah kubur memang dianjurkan dalam Islam, tapi bukan berarti bebas dilakukan tanpa aturan. Ada adab yang harus dijaga, dan ada pula larangan yang perlu dihindari. Kalau sampai salah kaprah, ziarah yang harusnya berpahala justru bisa jadi masalah.
Rasulullah SAW bersabda: “Dulu aku pernah melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian, karena ziarah kubur itu mengingatkan akhirat.” (HR. Muslim)
Allah SWT juga berfirman: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.” (QS. Ali Imran: 185)
Ayat dan hadits ini menegaskan bahwa tujuan utama ziarah kubur adalah mengingat akhirat, bukan ritual lain di luar tuntunan.
Para ulama menegaskan bahwa ada sejumlah perbuatan yang dilarang saat ziarah kubur karena dapat mengurangi nilai ibadah, bahkan berpotensi menjerumuskan pada kesyirikan atau pelanggaran adab.
Berikut Beberapa hal yang dilarang saat ziarah kubur diantaranya:
Memohon rezeki, jodoh, keselamatan, kesembuhan, atau bentuk pertolongan lain kepada orang yang telah meninggal termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Hal ini karena doa dan permohonan hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepadamu selain Allah.” (QS. Yunus: 106)
Para ulama menjelaskan bahwa penghuni kubur tidak memiliki kemampuan apa pun untuk mengabulkan permintaan manusia. Perbuatan ini dapat mengarah pada syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam ibadah.
Termasuk perbuatan yang dilarang adalah:
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat ibadah.” (HR. Abu Dawud)
Larangan ini bertujuan untuk menutup pintu kesyirikan dan menjaga kemurnian tauhid.
Menangis karena kehilangan orang yang dicintai adalah hal yang manusiawi dan diperbolehkan. Namun, Islam melarang:
Rasulullah SAW bersabda: “Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek baju, dan menyeru dengan seruan jahiliah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ziarah kubur seharusnya menjadi momen ketenangan dan perenungan, bukan pelampiasan emosi yang berlebihan.
Beberapa praktik yang sering terjadi di masyarakat namun tidak memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan Sunnah antara lain:
Para ulama menegaskan bahwa ibadah harus berlandaskan dalil, bukan kebiasaan atau kepercayaan budaya semata.
Area pemakaman adalah tempat yang harus dijaga kehormatannya. Beberapa larangan yang sering disepelekan:
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, duduk di atas bara api hingga membakar pakaian dan kulitmu lebih baik daripada duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besar larangan meremehkan kehormatan kuburan.
Ziarah kubur seharusnya dilakukan dengan niat ibadah dan kerendahan hati. Mengunggah konten secara berlebihan, pamer kesalehan, atau menjadikan ziarah sebagai ajang pencitraan termasuk perbuatan yang bisa mengurangi pahala.
Allah SWT berfirman: “Maka celakalah orang-orang yang shalat, yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya.” (QS. Al-Ma’un: 4-6)
Menentukan waktu tertentu sebagai “wajib” atau “paling sakral” tanpa dalil syar’i juga termasuk hal yang perlu dihindari. Islam tidak menetapkan hari atau jam khusus yang mengharuskan ziarah kubur, selama dilakukan dengan adab dan niat yang benar.
Rangkuman AI sedang dibuat…