Hardiknas 2026: Ini 3 Kunci Utama Bangun Pendidikan Berkualitas Menurut Mendikdasmen!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Peringatan Hardiknas 2026 kembali menjadi momentum strategis bagi pemerintah dalam mempertegas arah pembangunan sektor pendidikan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi harus ditopang oleh perubahan mendasar dalam pola pikir, karakter, dan tujuan pendidikan itu sendiri.
Melalui pidatonya, Abdul Mu’ti memperkenalkan konsep 3M sebagai kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan bangsa.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa keberhasilan berbagai kebijakan pendidikan sangat ditentukan oleh implementasi tiga unsur penting yang saling berkaitan, yaitu:
Pola pikir menjadi fondasi awal dalam membangun sistem pendidikan yang progresif.
Ia menekankan bahwa seluruh pemangku kepentingan pendidikan mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga pembuat kebijakan harus memiliki cara pandang yang terbuka terhadap perubahan, inovasi, dan perkembangan zaman.
Menurutnya, tanpa mindset yang maju, berbagai program pendidikan akan sulit berkembang dan cenderung stagnan.
Selain pola pikir, kekuatan mental juga menjadi faktor penentu dalam menjalankan proses pendidikan.
Mental yang kuat diperlukan agar seluruh pelaku pendidikan mampu menghadapi tantangan, tekanan, serta dinamika perubahan yang terjadi di era modern.
Mental yang tangguh juga akan melahirkan sikap disiplin, konsistensi, serta semangat untuk terus berkembang.
Unsur ketiga adalah misi yang lurus dan jelas. Pendidikan harus memiliki arah yang tidak menyimpang dari tujuan utamanya, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk manusia Indonesia yang berkualitas secara utuh.
Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa tanpa ketiga unsur tersebut, berbagai kebijakan yang telah dirancang dengan baik berpotensi hanya menjadi formalitas belaka, sekadar mengejar indikator angka tanpa memberikan perubahan signifikan di lapangan.
Dalam pandangannya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membentuk karakter, nilai, dan peradaban bangsa.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003.
Ia menegaskan bahwa pendidikan harus mampu mengembangkan seluruh potensi manusia secara menyeluruh, sehingga menghasilkan individu yang:
Dengan kata lain, pendidikan harus menciptakan manusia yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai kehidupan.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan saat ini selaras dengan visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam program Asta Cita.
Dalam visi tersebut, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu sektor prioritas dalam pembangunan nasional.
Tujuannya adalah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompetitif, dan memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi persaingan global.
Ia menekankan bahwa kualitas SDM menjadi faktor kunci dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
Oleh karena itu, investasi di sektor pendidikan harus terus diperkuat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam kurun waktu sekitar 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan berbagai upaya strategis untuk membangun fondasi pendidikan yang lebih inklusif dan merata.
Salah satu pendekatan yang diterapkan adalah penguatan ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi empat pusat utama, yaitu:
Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat antara berbagai pihak dalam mendukung proses pendidikan yang lebih komprehensif.
Dengan integrasi tersebut, diharapkan proses pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang telah berkontribusi dalam pengembangan sektor pendidikan di Indonesia.
Ia menilai bahwa kerja sama lintas sektor dan lintas negara memiliki peran penting dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam hal transfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk belajar dari praktik terbaik di negara lain, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kancah pendidikan global.
Rangkuman AI sedang dibuat…