Harga BBM Tak Bisa Selamanya Ditahan, Begini Alasan Ekonomi di Baliknya



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Harga BBM tak bisa selamanya ditahan di tengah lonjakan harga minyak dunia.
Langkah ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah tekanan ekonomi global yang masih bergejolak.
Lembaga riset Prasasti Center for Policy Studies menilai bahwa jika tren kenaikan harga minyak dunia terus berlangsung hingga akhir tahun, maka ruang fiskal pemerintah akan semakin terbatas untuk menahan harga BBM tetap stabil.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menjelaskan bahwa penyesuaian harga energi merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam kondisi tertentu.
“Jika harga minyak terus naik, akan semakin sulit bagi pemerintah mempertahankan harga BBM. Oleh karena itu, masyarakat dan pelaku usaha perlu memahami bahwa penyesuaian harga adalah bagian dari kebijakan yang wajar, selama disertai kompensasi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Saat ini, harga minyak global telah melampaui asumsi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sekitar US$ 70 per barel.
Di pasar internasional, harga minyak bahkan telah menyentuh kisaran US$ 90 hingga US$ 100 per barel.
Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap anggaran negara, terutama karena subsidi energi berpotensi membengkak.
Lonjakan harga minyak tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga berimbas pada berbagai sektor lain seperti transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok.
Dampak dari tingginya harga minyak juga diperkirakan akan menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Anggota Dewan Pakar Prasasti sekaligus mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah, memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi turun ke kisaran 4,7% hingga 4,9%, lebih rendah dari rata-rata sekitar 5% dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan ini terjadi akibat meningkatnya biaya produksi, tekanan inflasi, serta melemahnya daya beli masyarakat jika harga energi naik.
Selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tekanan juga terlihat pada sisi fiskal.
Dalam skenario harga minyak mencapai US$ 100 per barel dan nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.000 per dolar AS, defisit anggaran diperkirakan akan melampaui batas aman.
Halim menyebut, defisit fiskal Indonesia berpotensi melebar hingga 3,3%–3,5% terhadap PDB, melewati ambang batas 3% yang selama ini dijaga pemerintah.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian global, para pelaku usaha dan pasar kini menunggu arah kebijakan dari otoritas ekonomi nasional.
Koordinasi antara lembaga seperti:
Kebijakan yang tepat dan terkoordinasi diharapkan mampu meredam dampak negatif dari kenaikan harga energi sekaligus menjaga kepercayaan pasar.
Dengan kondisi harga minyak global yang masih tinggi dan penuh ketidakpastian, kemungkinan penyesuaian harga BBM di dalam negeri menjadi sesuatu yang realistis.
Meski demikian, pemerintah diharapkan tetap mengedepankan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, seperti:
Langkah ini penting agar dampak kenaikan harga energi tidak terlalu membebani masyarakat luas.
Rangkuman AI sedang dibuat…