Ibu Hamil Asal Sumenep Ditandu Saat Hendak Melahirkan, Lewati Bukit Curam 80 Derajat



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sebuah video memperlihatkan perjuangan evakuasi seorang ibu hamil melalui jalur ekstrem di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Video berdurasi sekitar 1 menit 29 detik itu menunjukkan seorang ibu hamil tua ditandu menggunakan sarung yang diikat pada bambu, lalu dipikul oleh warga melewati bukit curam dengan kemiringan mencapai 80 derajat.
Dalam video tersebut, tampak dua orang memikul tandu dari samping, sementara satu orang lainnya berjalan jongkok untuk menahan kaki korban agar tidak terbentur tangga.
Jalur yang dilalui sangat terjal dengan ketinggian bukit sekitar 100 meter.
Pegangan di sisi tangga terlihat sederhana, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Keluarga dan warga sekitar juga terlihat berjalan di belakang untuk membantu menjaga keselamatan ibu hamil tersebut.
Diketahui, peristiwa ibu hamil asal Sumenep ditandu saat hendak melahirkan itu terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Ibu hamil tersebut bernama Irayatun Nasirah (25), warga Dusun Barat, Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan.
Sekretaris Desa Tembayangan, Samdani, membenarkan kejadian tersebut dan mengaku berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung.
“Itu sedang hendak melahirkan anak pertama dan sudah tidak kuat menahan rasa sakit,” ujar Samdani.
Sebelumnya, Ira sapaan akrab Irayatun sempat menjalani perawatan di puskesmas pembantu (pustu) desa selama dua hari.
Namun, karena kondisi tidak membaik, keluarga akhirnya memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit.
“Dirujuk ke RS Abuya dan di sana langsung dilakukan operasi caesar,” kata Samdani.
Setelah berhasil melewati bukit, ibu hamil tersebut kemudian dibawa menggunakan mobil pikap menuju fasilitas kesehatan.
Peristiwa ini menyoroti keterbatasan infrastruktur di wilayah tersebut.
Bukit setinggi 100 meter itu menjadi satu-satunya akses warga menuju fasilitas kesehatan maupun pusat kecamatan.
“Jalan utama desa tidak bisa dilalui kendaraan, bahkan sepeda motor sekalipun,” ujar Samdani.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi jalan tersebut belum pernah mendapat perbaikan hingga saat ini.
Karena keterbatasan akses, warga terpaksa menggunakan cara manual seperti ditandu untuk membawa pasien dalam kondisi darurat.
“Kalau ada warga sakit, mau tidak mau harus ditandu melewati bukit itu,” kata Samdani.
Rangkuman AI sedang dibuat…