Jepang Gelontorkan Dana untuk Perluasan Jalur MRT di Jakarta, Suku Bunga Pinjaman Bikin Melongo!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Jepang gelontorkan dana untuk perluasan jalur MRT, dari timur hingga barat Jakarta.
Dana yang dipinjamkan sebesar 140,699 miliar yen atau sekitar Rp14,5 triliun untuk proyek pada pembangunan jalur kendaraan ini.
Pinjaman ini merupakan bagian dari Fase 1 Tahap 1 pembangunan jalur MRT yang menghubungkan Medan Satria hingga Tomang sepanjang 24,5 km.
Proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2031.
Dalam perluasan jalur MRT ini, akan dibangun total 21 stasiun, di mana sembilan di antaranya berada di bawah tanah. Pinjaman yang diberikan oleh Jepang akan disalurkan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).
Pinjaman tersebut memiliki suku bunga yang sangat rendah, yaitu 0.3%, termasuk 0.2% per tahun untuk konsultan. Masa pengembalian pinjaman ini adalah 40 tahun, dengan masa tenggang selama 10 tahun.
Selain itu, proyek ini akan menerapkan Persyaratan Khusus untuk Kemitraan Ekonomi (Special Terms for Economic Partnership, STEP) yang mengharuskan penggunaan teknologi Jepang dalam pembangunan konstruksi terowongan bawah tanah, sarana perkeretaapian, dan sistem sinyal.
STEP merupakan kebijakan yang diberlakukan sejak Juli 2002 untuk memberikan bantuan nyata dari Jepang kepada negara-negara berkembang.
Ini bukan pertama kalinya Jepang melalui JICA memberikan pinjaman besar untuk proyek MRT Jakarta.
Sebelumnya, Jepang telah mendanai Fase I proyek MRT dari Lebakbulus ke Bundaran HI sepanjang 16 km dengan total dana 192 miliar yen atau sekitar Rp24,2 triliun.
Berikut adalah rincian pinjaman untuk Fase I:
Suku bunga rata-rata pinjaman ini sebesar 0.2%, dengan jangka waktu pelunasan utang selama 40 tahun.
Untuk Fase II proyek MRT dari Bundaran HI menuju Ancol, Jepang juga memberikan pinjaman sebesar 70,210 miliar yen atau sekitar Rp9,46 triliun.
Pinjaman ini memiliki suku bunga 0.1% dengan suku bunga untuk konsultan sebesar 0.01%.
Masa pengembalian pinjaman juga sama, yaitu selama 40 tahun.
Peluang Tersambungnya MRT Jakarta ke Tangerang Selatan
Selain proyek perluasan jalur dari timur ke barat, ada peluang tersambungnya moda transportasi MRT Jakarta ke wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).
Suasana kemacetan di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, menunjukkan kebutuhan mendesak akan pengembangan transportasi massal di kawasan tersebut.
Rangkuman AI sedang dibuat…