Kapolri Salurkan 247 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, 27.700 Warga Masih Mengungsi!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bantuan logistik dan dukungan kemanusiaan terus disalurkan agar kebutuhan warga terdampak, terutama para pengungsi, dapat terpenuhi.
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, Polri telah menyalurkan bantuan dengan total mencapai 247,66 ton.
Bantuan tersebut didistribusikan untuk mendukung masyarakat yang masih bertahan di sejumlah titik pengungsian.
Kapolri menyampaikan hal tersebut ketika meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Dalam kunjungan itu, Kapolri turut didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Menurut Kapolri, sebagian besar lokasi pengungsian kini sudah dapat dijangkau oleh petugas.
Polri bersama berbagai unsur terkait terus melakukan pemantauan dari satu titik ke titik lainnya untuk mengetahui kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tersedia.
“Sebagian besar lokasi pengungsian sudah dapat dijangkau,” kata Listyo Sigit, Selasa (18/8/2026).
Data yang disampaikan dalam peninjauan tersebut menunjukkan masih terdapat sekitar 27.700 warga yang mengungsi di 107 titik pengungsian.
Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni mencapai 13.935 orang.
Sementara itu, di Kabupaten Manggarai Timur tercatat sekitar 7.457 orang yang masih berada di lokasi pengungsian.
Kondisi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana.
Distribusi bantuan dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh makanan, air, obat-obatan, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan pendukung lainnya.
Total bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan Polri mencapai 247,66 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19,59 ton berasal dari Mabes Polri, sedangkan 228,07 ton lainnya dikirim oleh lima Polda jajaran.
Bantuan yang dikirim tidak hanya berupa bahan makanan dan minuman. Polri juga membawa obat-obatan, pakaian, selimut, genset, terpal, kendaraan pendukung, perangkat pengolahan air (water treatment), tandon air, hingga perangkat untuk membantu akses sinyal internet di wilayah terdampak.
Khusus pada Selasa (18/8/2026), Polri kembali mengirimkan bantuan ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Bantuan tersebut terdiri dari 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, serta 36 boks obat-obatan.
Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan enam truk untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain mengirimkan logistik, Polri juga mengerahkan 236 personel untuk membantu penanganan bencana di NTT.
Personel tersebut memiliki sejumlah tugas, mulai dari mendukung pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan dan bakti kesehatan, proses identifikasi korban, hingga pencarian menggunakan anjing pelacak atau K9.
Mereka juga memberikan dukungan operasional kepada petugas dan unsur terkait yang bekerja di lapangan.
Kehadiran personel tambahan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan, terutama di lokasi yang masih membutuhkan bantuan dan pendampingan.
Kapolri menegaskan penanganan korban gempa tidak dilakukan oleh Polri seorang diri. Berbagai unsur terus berbagi tugas untuk menjangkau masyarakat yang terdampak dan memastikan kebutuhan mereka mendapatkan perhatian.
Langkah tersebut menjadi penting mengingat ribuan warga masih berada di pengungsian dan membutuhkan bantuan secara berkelanjutan.
Polri juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan agar distribusi bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Dengan semakin banyaknya titik pengungsian yang berhasil dijangkau, diharapkan kebutuhan pangan, kesehatan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan kebutuhan dasar lainnya dapat terpenuhi.
Sementara itu, informasi mengenai aktivitas kegempaan dan perkembangan kondisi seismik perlu terus mengacu pada informasi resmi BMKG.
BMKG secara berkala memperbarui data gempa dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
Rangkuman AI sedang dibuat…