Kronologi Anggota KPPS di Penjaringan Meninggal Saat Bertugas, Diduga Korban Kelelahan



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 116, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, meninggal dunia pada Rabu (27/11).
Korban bernama Achmad Betti (47) sempat mengalami muntah-muntah sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi kejadian ini dan menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut.
“Memang betul, berdasarkan informasi korban adalah anggota KPPS dari TPS 116 Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara,” ujar Kombes Ade Ary pada Kamis (28/11).
Pada pagi hari, korban diketahui masih melaksanakan tugasnya dalam kondisi sehat. Ia sempat mengambil logistik pemilu sekitar pukul 05.00 WIB untuk dibawa ke TPS.
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, Achmad meminta izin kepada rekan-rekan KPPS untuk pulang lebih awal karena merasa kurang sehat.
Setelah tiba di rumah, korban dilaporkan lemas dan muntah-muntah.
“Pihak keluarga yaitu istri dari korban langsung minta tolong warga, sempat dilarikan ke rumah sakit namun korban sudah meninggal lebih dulu,” jelas Ade Ary.
Jenazah Achmad telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Pihak kepolisian juga telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Kombes Ade Ary.
Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya memastikan kesehatan dan stamina para petugas pemilu yang menjalani tugas berat selama proses pemungutan suara.
Menurut Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata menjelaskan bahwa santunan bagi anggota KPPS yang meninggal dunia adalah sekitar Rp46 juta.
“Santunan meninggal ini berjumlah sekitar Rp46 Juta, dengan rincian Rp36 juta plus Rp10 juta bantuan biaya pemakaman. Nanti akan diberikan kepada keluarga pada pihak korban,” kata Wahyu di kantor KPU DKI Jakarta pada Kamis (28/11)
Rangkuman AI sedang dibuat…