Kun Wardana Usul Anak-Anak Tak Diberi PR, Fokus Selamatkan Golden Age!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen, Kun Wardana Abyoto, menekankan agar anak-anak tak diberi PR atau pekerjaan rumah demi memaksimalkan masa golden age atau periode emas dalam perkembangan mereka.
“Saya pikir itu memberatkan ya, memberikan PR kepada anak-anak di masa golden age membuat mereka tidak kreatif dan inovatif,” ujar Kun saat bertemu Komunitas Independen di Jakarta Barat, Rabu (12/9/2024).
Kun menambahkan bahwa golden age, yang terjadi pada rentang usia 0-7 tahun, adalah momen penting bagi perkembangan jiwa anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak-anak untuk bebas berkreasi dan mengembangkan imajinasi mereka.
Kun mengungkapkan bahwa anak-anak yang dibebaskan dari PR akan lebih riang di sekolah dan tidak terbebani oleh tekanan akademis di rumah.
Hal ini penting agar anak-anak tidak mengalami stres yang bisa memengaruhi perkembangan psikologis mereka.
“Dengan berimajinasi anak akan terhindar dari stres. Oleh karena itu, imajinasi lebih penting daripada pengetahuan untuk mereka,” tambahnya.
Melalui pendekatan ini, Kun berharap anak-anak dapat menjadi kreatif, inovatif, dan mampu saling mendukung serta bergotong royong, yang merupakan nilai-nilai penting untuk membangun masa depan Indonesia, khususnya Jakarta.
Kun Wardana bersama pasangannya, Dharma Pongrekun, yang maju sebagai calon independen dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, mengusung program “Selamatkan Jiwa”.
Program ini menekankan pemerataan kesejahteraan rakyat dan pendidikan sebagai salah satu fokus utama mereka.
Pasangan ini merupakan kontestan ketiga yang mendaftar ke KPU Provinsi DKI Jakarta, setelah pasangan Pramono Anung-Rano Karno dan Ridwan Kamil-Suswono.
Dengan pendekatan ini, Kun berharap pendidikan anak-anak di Jakarta bisa lebih berfokus pada pengembangan kreativitas tanpa beban akademis yang berlebihan.
Rangkuman AI sedang dibuat…