Maskapai Penerbangan Minta Kebijakan TBA dan TBB Dihapus



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) meminta agar kebijakan TBA dan TBB tiket pesawat dihapus dan diserahkan kepada mekanisme pasar.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, mengutarakan hal ini pada Selasa (2/7/2024) di Redtop Hotel Pecenongan, Jakarta Pusat.
Denon menjelaskan bahwa INACA memahami alasan pemerintah menerapkan kebijakan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) , yakni untuk menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau dan mencegah predatory pricing.
Meski demikian, Denon berharap tarif dapat diatur oleh mekanisme pasar.
“Harapan saya tarifnya diserahkan sepenuhnya pada mekanisme yang ada di pasaran,” tegas Denon.
Denon mengakui bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan harga dan iklim usaha yang sehat.
Ia menyebutkan bahwa INACA sedang menunggu jawaban dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai masukan yang telah diberikan maskapai.
“Menurut saya peranan fungsi pemerintah dan otorita menjadi jelas terlihat. Sehingga keseimbangan ekonomi ini bisa tetap terjaga terjangkauannya, dan iklim usaha yang sehat juga tetap bisa dijaga,” jelas Denon.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Captain Sigit Hani Hadiyanto, menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi kebijakan TBA dan TBB.
Evaluasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan.
“Saat ini pemerintah memang sudah mengupayakan adanya evaluasi, sudah ada peninjauan terkait hal tersebut,” kata Sigit.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra, sebelumnya juga menyuarakan pandangan serupa.
Ia menyebut bahwa biaya operasional maskapai penerbangan meningkat karena berbagai faktor, termasuk harga avtur dan nilai tukar dolar.
Oleh karena itu, ia mendukung evaluasi kebijakan TBA dan TBB.
“Nanti semuanya harga bisa meningkat ya kita bisa apa?” ucap Irfan pada Kamis (7/3/2024).
Solusi bagi Penumpang
Irfan menyarankan agar penumpang merencanakan perjalanan dan memesan tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
Ia juga menyebutkan bahwa Garuda Indonesia berupaya memberikan diskon bagi penumpang yang memesan tiket lebih awal.
“Para penumpang dapat memesan tiket jauh hari sebelumnya karena realtif jauh lebih murah, bahkan diskonya bisa mencapai 75%,” jelas Irfan.
Permintaan ini merupakan sebuah tantangan yang dihadapi industri penerbangan dalam menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan harga tiket yang terjangkau bagi konsumen.
Tak hanya itu, para penumpang juga mengharap solusi kepada pemerintah terkait kebijakan TBA dan TBB untuk dapat evaluasi kebijakan supaya menguntungkan semua pihak.
Rangkuman AI sedang dibuat…