Mengenal Struktur Jabatan NU: Ada Rais Aam hingga Ketua Umum Tanfidziyah



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Nahdlatul Ulama (NU) memiliki struktur kepengurusan yang khas dibanding banyak organisasi di Indonesia. Sistem ini dibangun dari tradisi keilmuan para kiai, nilai musyawarah, serta sejarah panjang perkembangan organisasi ulama Nusantara. Karena itu, istilah seperti Rais Aam, Katib Aam, Mustasyar hingga Tanfidziyah kerap menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat yang belum familiar.
Struktur NU sendiri terbagi ke dua unsur utama: Syuriyah dan Tanfidziyah. Syuriyah memegang otoritas keagamaan, sedangkan Tanfidziyah mengelola aspek eksekutif organisasi. Keduanya menjadi pilar yang menjaga NU tetap seimbang antara tradisi keulamaan dan dinamika organisasi modern.
Rais Aam merupakan jabatan tertinggi dalam Syuriyah dan menjadi penentu arah keagamaan NU. Tugasnya menjaga kemurnian manhaj Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta memastikan keputusan keagamaan berlandaskan tradisi keilmuan yang kuat.
Pemilihan Rais Aam tidak dilakukan melalui voting terbuka, melainkan melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi)—sebuah dewan berisi kiai sepuh yang ditunjuk peserta Muktamar. Dewan ini bermusyawarah untuk menentukan sosok yang paling layak memimpin Syuriyah. Mekanisme tersebut bertujuan menghindarkan pemilihan Rais Aam dari kontestasi politik yang berlebihan.
Mendampingi Rais Aam terdapat Wakil Rais Aam yang berperan menjaga kesinambungan tugas keulamaan. Dalam unsur administrasi, Katib Aam bertugas menyusun dokumen keputusan Syuriyah, mencatat hasil bahtsul masail, serta memastikan komunikasi dengan unsur Tanfidziyah berjalan baik. Jabatan Katib Aam didukung oleh Wakil Katib Aam yang memperkuat pengelolaan administratif Syuriyah.
NU juga memiliki Mustasyar, yaitu dewan penasihat berisi kiai sepuh yang memberikan nasihat strategis bagi PBNU. Selain itu, terdapat A’wan yang membantu pelaksanaan tugas keulamaan Syuriyah, termasuk dalam bahtsul masail dan konsultasi hukum Islam.
Di unsur eksekutif, terdapat Ketua Umum Tanfidziyah atau Ketua Umum PBNU. Jabatan ini mengelola organisasi secara operasional, mulai dari program kerja nasional, hubungan antarlembaga, hingga peran publik NU dalam berbagai isu strategis. Berbeda dengan Rais Aam, Ketua Umum dipilih melalui pemungutan suara oleh peserta Muktamar.
Ketua Umum didampingi Wakil Ketua Umum yang menangani bidang-bidang strategis seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris Jenderal menjadi motor administrasi organisasi, memastikan koordinasi antarwilayah berjalan efektif. Dalam urusan keuangan, Bendahara Umum bertanggung jawab mengelola arus dana PBNU, dibantu oleh Wakil Bendahara Umum untuk memastikan transparansi keuangan.
Selain dua struktur inti tersebut, NU memiliki sejumlah lembaga dan badan otonom (banom) yang melaksanakan program-program tematik, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan kader.
Beberapa lembaga penting NU antara lain:
Sementara Badan Otonom NU meliputi
Banom mengelola kaderisasi berdasarkan usia atau profesi tertentu, sedangkan lembaga menangani program teknis secara nasional.
Banyak istilah dalam struktur NU sering disalahpahami oleh masyarakat yang tidak akrab dengan tradisi organisasi tersebut. Dengan memahami fungsi masing-masing jabatan, publik dapat mengetahui cara kerja organisasi, melihat alur pengambilan keputusan, serta memahami peran NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial terbesar di Indonesia.
Penjelasan yang benar penting untuk menghindari kesalahpahaman dan memperkaya pemahaman publik terhadap tradisi keilmuan para kiai yang menjadi fondasi gerak organisasi.
Rangkuman AI sedang dibuat…