Minat Peneliti Mulai Menurun? Gaji 21 Juta Tapi CPNS 2024 BRIN Sepi Peminat!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID- Gaji 21 Juta tapi CPNS 2024 BRIN sepi peminat, apa penyebabnya?
Pendaftaran CPNS tahun 2024 menarik perhatian, khususnya di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dari 500 formasi CPNS namun hanya 495 orang yang mendaftar, mendandakan kurangnya minat terhadap CPNS BRIN.
Padahal gaji peneliti diperkirakan bisa mencapai Rp 21 juta per bulan.
Apakah ini menjadi tanda bahwa minat menjadi peneliti mulai berkurang di Indonesia?
Syarat yang mengharuskan pelamar memiliki kualifikasi pendidikan S3 serta portofolio riset yang memadai menjadi faktor pembatas jumlah pelamar.
BRIN memang sedang fokus pada penerimaan talenta riset berkualitas tinggi sebagai bagian dari Manajemen Talenta Nasional untuk memajukan riset dan inovasi di Indonesia
Diskusi di media sosial menyoroti rentang gaji awal untuk peneliti BRIN, yaitu Rp 7 juta hingga Rp 11 juta.
Gaji tersebut dinilai terlalu rendah oleh beberapa netizen, mengingat persyaratan yang mengahurskan pelamar lulus S3 atau doktor.
Laksana Tri Handoko, selaku Kepala BRIN, tidak menganggap masalah jumlah pelamar yang relatif sedikit sebagai hal yang perlu dikhawatirkan.
Menurutnya, hal ini memang sudah diantisipasi sejak awal karena kriteria seleksi yang diterapkan cukup ketat.
Handoko menegaskan bahwa rentang gaji tersebut ialah untuk tahun pertama sebagai peneliti ahli muda jabatan fungsional (JF) “Lebih tepatnya sekitar Rp12,5 juta per bulan” jelasnya.
Menurut mantan Kepala LIPI, CPNS 2024 BRIN dengan kualifikasi S3 nantinya dipromosikan jadi jabatan fungsional (JF) Ahli Peneliti Madya dalam waktu terdekat.
“Yang akan menerima gaji Rp21 juta per bulan” ujar Handoko. Jelas hal itu menandakan aka nada kenaikan gaji dari awal sebelumnya.
Kriteria tersebut sengaja dirancang untuk menarik minat para peneliti yang berkualitas tinggi, terutama mereka yang sudah memiliki pengalaman dan portofolio riset yang solid.
Dengan demikian, tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa hanya peneliti-peneliti terbaik yang akan bergabung dan berkontribusi dalam pengembangan riset di Indonesia.
Rangkuman AI sedang dibuat…