Mobil Kadis Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: Ada yang Masuk Kolong, Selokan, 1 Tewas



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Satu unit mobil Toyota Innova berpelat nomor A-1633-BF yang dikendarai oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam insiden tersebut, satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia.
Kasatlantas Polres Pandeglang AKP Surya Muhammad mengatakan mobil pribadi milik Ahmad Mursini melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung.
Setiba di lokasi, mobil tersebut oleh ke kanan dan langsung menabrak kerumunan siswa yang sedang berada di depan sekolah.
“Kita menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5, yang melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai oleh saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD,” kata AKP Surya Kamis, (30/4/2026).
Surya mengatakan ada sembilan orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Semua korban mayoritas sebagai siswa, sedangkan dua orang lainnya pedagang dan sales.
“Korban meninggal dunia satu orang,” imbuhnya.
Korban yang mengalami luka-luka saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sementara itu, sopir masih dimintai keterangan oleh penyidik untuk proses penyelidikan.
“Pengemudi masih kita mintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang,” katanya.
Guru SDN Sukaratu 5, Rika Novianti mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB pada saat jam istirahat sekolah. Saat itu, para siswa sedang berada di depan sekolah untuk membeli jajanan.
“Anak lagi jajan, menurut keterangan ada mobil di depan nabrak sales dulu, lalu nabrak anak-anak,” ungkapnya.
Benturan keras membuat sejumlah siswa terpental. Bahkan, ada yang terseret, masuk ke kolong kendaraan, hingga tercebur ke selokan di sekitar lokasi sehingga keadaanya ada yang kritis.
” Anak-anak udah ada yang di dalam kolong mobil ada juga yang masuk selokan, berdarah-darah sampai ada yang kritis,” ucapnya.
Suara benturan keras tersebut membuat pada guru berhamburan keluar kelas dan langsung berlari menolong korban.
“Pas kami dengar benturan keras, guru-guru langsung berlarian ke depan. Bahkan ada guru yang menggotong siswa,” tutur Rika.
Ia juga membenarkan bahwa pengemudi merupakan seorang kepala dinas di lingkungan Pemkab Pandeglang. Saat mengemudi, Ahmad Mursidi diketahui dalam kondisi sakir dan menggunakan selang oksigen.
“Jadi dia itu kepala dinas, posisi lagi memakai infus (oksigen), dia lagi sakit, menurut keterangan dia sakit diabetes,” jelas Rika.
Rika juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah berulang kali mengingatkan pedagang kaki lima agar tidak berjualan di depan gerbang sekolah.
“Sering kami tegur, bukan hanya satu dua kali. Tapi mereka tetap berjualan di situ,” katanya.
Seluruh korban kemudian di evakuasi dan dibawa ke RSUD Berkah pandeglang. Bupati Pandeglang juga disebut sempat menjenguk para korban di rumah sakit.
Sementara itu, pengemudi kendaraan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini memicu beragam reaksi dari warganet di media sosial yang turut menyampaikan keprihatinan dan kritik.
“Sudah tau Sakit sampai pakai oksigen malah nyetir. Minum oskadon aja dilarang mengendarai kendaraan bermotor. Kalau urgent/mendesak kan bisa pakai atau hubungi sopir” tulis akun @chulibgukgw***
“Org org pada kenapa sih bawa kendaraan pada eror??” tulis @musaala***
“INNALILAHIWAINNAILAIHIROJIUN” tulis @septianra***
“Sakit hati denger berita ini” tulis @pemaniskeh***
Rangkuman AI sedang dibuat…