Niat Puasa Muharram Hari ke 1 Sampai 10 Lengkap dengan Tata Caranya



Gadget kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Anak melihat orang tua menggunakan ponsel, menonton video, melakukan video call, hingga menggunakan perangkat digital sebagai bagian dari aktivitas keluarga. Tidak heran jika sejak kecil anak mulai tertarik dengan layar. Bagi sebagian orang tua, gadget bahkan sering menjadi solusi cepat ketika anak sedang bosan, rewel, […]

HAIJAKARTA.ID – Memilih casing yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah menggunakan iPhone 18. Selain melindungi bodi smartphone dari goresan dan benturan ringan, casing juga sebaiknya tetap nyaman digunakan tanpa membuat perangkat terasa terlalu tebal. Salah satu merek yang bisa menjadi pilihan adalah TORRAS, yang menghadirkan berbagai casing iPhone 18 dengan desain […]

Memilih dan mengetahui percetakan buku di Jakarta Selatan maupun di daerah lain yang berkualitas merupakan suatu hal yang penting bagi para dosen. Pemilihan penerbit atau percetakan yang tepat akan mampu membantu proses publikasi karya tulis maupun naskah agar lebih lancar sehingga tidak mengalami kerugian di masa depan. Berikut ini yang tidak informasi selengkapnya mengenai percetakan […]
HAIJAKARTA.ID – Bagaimana niat puasa Muharram hari ke 1 sampai 10?
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Islam yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan.
Muharram juga menjadi bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, salah satunya adalah puasa.
Oleh karena itu, tidak heran jika banyak umat Islam yang bersemangat untuk melaksanakan puasa Muharram.
Namun, sebelum memulai puasa, penting untuk mengetahui niat yang benar agar ibadah afdal. Puasa Muharram bisa dilakukan pada hari ke-1 sampai 10.
Niat puasa Muharram perlu dilafalkan secara ikhlas hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Dikutip dari berbagai sumber dilengkapi dengan puasa Wajib dan Sunnah karya Muhammad Ghazali, berikut ini adalah niat puasa Muharram:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatil tasu’a lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a esok hari karena Allah Ta’ala.”
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.”
Tata cara puasa Muharram sama saja seperti menjalankan puasa pada umumnya, hanya berbeda dari niatnya saja. Berikut ini adalah tata cara puasa Muharram:
Niat untuk puasa Muharram bisa dilakukan dari malam hari hingga siang, sebelum matahari condong ke barat, dengan syarat tidak melakukan apa pun yang dapat membatalkan puasa sejak dini hari.
Makan sahur dianggap lebih baik jika dilakukan mendekati waktu imsak, seperti halnya puasa pada umumnya.
Penting untuk menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa dari waktu subuh hingga matahari terbenam, seperti makan dan minum.
Menghindari perkataan atau perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa, seperti berkata kasar, menggunjing, atau melakukan dosa lainnya.
Dianjurkan untuk segera berbuka puasa ketika waktu magrib tiba. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka.
Hadits: لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)
Anjuran puasa Muharram didasarkan pada hadits yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya puasa setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.
Hadits: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam’.” (HR Muslim)
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah.
Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut Tahun Baru Hijriah. Menurut Kalender Hijriah 2024 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, Tahun Baru Islam atau tanggal 1 Muharram akan jatuh pada hari Minggu, 7 Juli 2024.
Tanggal ini menandai awal tahun baru 1446 Hijriah.
Maka dari itu, hari Tasu’a 9 Muharram akan berbarengan dengan tanggal 15 Juli 2024. Sementara itu, hari Asyura 10 Muharram akan jatuh pada tanggal 16 Juli 2024.
Itulah niat puasa Muharram hari ke 1 sampai 10 lengkap dengan tata caranya.
Rangkuman AI sedang dibuat…