Pasar Tanah Abang Dipenuhi White Label, Asal Produksi Masih Misterius



Gadget kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Anak melihat orang tua menggunakan ponsel, menonton video, melakukan video call, hingga menggunakan perangkat digital sebagai bagian dari aktivitas keluarga. Tidak heran jika sejak kecil anak mulai tertarik dengan layar. Bagi sebagian orang tua, gadget bahkan sering menjadi solusi cepat ketika anak sedang bosan, rewel, […]

HAIJAKARTA.ID – Memilih casing yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah menggunakan iPhone 18. Selain melindungi bodi smartphone dari goresan dan benturan ringan, casing juga sebaiknya tetap nyaman digunakan tanpa membuat perangkat terasa terlalu tebal. Salah satu merek yang bisa menjadi pilihan adalah TORRAS, yang menghadirkan berbagai casing iPhone 18 dengan desain […]

Memilih dan mengetahui percetakan buku di Jakarta Selatan maupun di daerah lain yang berkualitas merupakan suatu hal yang penting bagi para dosen. Pemilihan penerbit atau percetakan yang tepat akan mampu membantu proses publikasi karya tulis maupun naskah agar lebih lancar sehingga tidak mengalami kerugian di masa depan. Berikut ini yang tidak informasi selengkapnya mengenai percetakan […]
HAIJAKARTA.ID – Pasar Tanah Abang di Jakarta sekarang menjual lebih banyak pakaian tanpa merek atau white label.
Meskipun demikian, banyak pedagang mengatakan mereka tidak tahu dari mana pakaian tersebut berasal.
Setelah meninjau beberapa kios yang menjual pakaian white label di Tanah Abang pada Jumat (12/5/2025), ditemukan bahwa beberapa pakaian memiliki label dengan tulisan non-Latin, tidak memiliki merek, dan tidak memiliki informasi jelas tentang produsennya.
“Kalau produksinya dari PT apa, saya kurang tahu ya, karena saya di sini sebagai pekerja, cuma jual-jualin. Bos toko yang tahu, lagi nggak ada hari ini. Cuma memang kebanyakan diimpor dari China,” ujar seorang penjaga toko saat ditemui, Senin (8/12/2025), dikutip dari CNBC.
Lisa, penjaga toko lainnya, juga tidak tahu apakah pakaian yang ia jual sudah bersertifikat SNI atau belum.
“Nggak tahu ada apa nggak SNI, cuma bos yang tahu, saya cuma bantu jual-jualin,” katanya.
Ia juga menyatakan bahwa konsumen dapat memesan pakaian dalam jumlah besar dan kemudian memasang label mereka sendiri.
“Pelanggan bisa pesan di sini, kemudian labelin sendiri, cuma ya pesannya grosiran. Itu tag (label) yang kecil, bisa dilepas, terus diganti sendiri,” jelasnya.
Di kios lain yang menjual baju anak tanpa label, penjual mengklaim bahwa barang dagangannya adalah produk lokal.
Namun saat CNBC Indonesia memeriksa label yang menempel, tulisan di tag tersebut bukan huruf Latin dan bukan berbahasa Indonesia, berbeda dengan pengakuannya.
“Di sini pakaiannya buatan lokal kok,” ucapnya.
Pedagang itu kembali tidak dapat memberikan jawaban ketika ditanya tentang sumber produksi.
“Nggak tahu dari mana produksinya, saya cuma bantu jualan di sini,” ujar Lani.
Rangkuman AI sedang dibuat…