Pemkot dan DPRD Sepakati APBD Bekasi 2026 Rp6,9 Triliun, Ini Prioritas dan Rekomendasinya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD resmi menyepakati Rancangan Perda APBD 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp6,9 triliun.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi, Alimudin, menjelaskan bahwa fokus utama dalam rapat paripurna adalah bagaimana mempercepat realisasi dan penyerapan anggaran.
Hal ini penting dilakukan karena beberapa tahun terakhir penyerapan anggaran dinilai masih lambat, sehingga perlu ada dorongan agar bisa lebih optimal dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam APBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp4,1 triliun dan dana transfer sebesar Rp2,6 triliun.
Sementara itu, belanja daerah dipatok lebih tinggi, yaitu Rp6,9 triliun, dengan prioritas pada program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Untuk menutup selisih anggaran (defisit), Pemkot Bekasi akan mengandalkan pembiayaan daerah sebesar Rp173 miliar yang bersumber dari SILPA tahun sebelumnya serta penyertaan modal.
“Tentu harapan dari masyarakat dalam penyerapan anggaran tahun anggaran 2026 ini harus tepat waktu. Penyerapan anggaran bisa lebih cepat, pembangunan bisa lebih cepat juga, dan manfaatnya tentu cepat juga dirasakan oleh warga masyarakat,” ujar Alimudin, Jumat (28/11/25), dikutip dari Tribun News.
Alimudin menjelaskan bahwa setelah melalui pembahasan panjang, DPRD memberikan beberapa rekomendasi penting kepada Pemkot Bekasi.
Tujuannya jelas yaitu memangkas proses birokrasi yang selama ini membuat penyerapan anggaran berjalan lambat.
Salah satu poin yang ditekankan adalah agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih serius dan teliti dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA).
Selain itu, para kepala dinas juga diminta hadir tepat waktu dalam setiap agenda pembahasan agar prosesnya tidak terhambat.
“Kami merekomendasikan agar inspektorat melakukan review RKA pada perangkat daerah agar memiliki waktu yang cukup. Sehingga pembangunan bisa lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyambut positif hasil pembahasan tersebut.
Ia memastikan Raperda APBD 2026 segera dikirimkan ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mendapatkan pengesahan.
“Setelah ini lanjut ke pak Gubernur untuk mendapatkan pengesahan, kemudian setelah itu 2026 sudah bisa dilakukan eksekusinya sejak awal,” kata Tri, Jumat (28/11/2025).
Rangkuman AI sedang dibuat…