Pemprov DKI Bakal Luncurkan Aturan WFH saat Jakarta Hujan, Ini Katanya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Aturan WFH saat Jakarta hujan tengah disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai langkah antisipasi dampak cuaca ekstrem.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan menginstruksikan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai serta belajar dari rumah bagi pelajar jika hujan lebat berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Pramono menjelaskan, kebijakan tersebut akan diterapkan apabila hujan deras terjadi pada hari kerja dan menimbulkan risiko gangguan mobilitas maupun banjir.
“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (hujan lebat) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita (pelajar),” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Pramono mencontohkan hujan lebat yang melanda Jakarta pada Sabtu (17/1/2026) dan Minggu (18/1/2026).
Menurut dia, saat itu aturan WFH saat Jakarta hujan tidak diberlakukan karena bertepatan dengan libur panjang.
“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,” ungkap Pramono.
Meski demikian, ia berharap kondisi cuaca di Jakarta tetap stabil sehingga kebijakan WFH dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak perlu diterapkan.
Selain hujan lebat, Pramono menegaskan aturan WFH saat Jakarta hujan juga akan diberlakukan jika terdapat indikasi banjir yang cukup parah.
Imbauan bekerja dari rumah akan ditujukan bagi pegawai dan pekerja di ibu kota.
“Kalau kemudian ada indikasi seperti itu (banjir) dan di hari biasa, saya akan memutuskan WFH,” kata Pramono.
Ia menambahkan, kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi dunia pendidikan juga akan diterapkan apabila kondisi banjir dinilai mengganggu keselamatan dan aktivitas belajar siswa.
Di tengah potensi cuaca ekstrem, Pramono juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum saat hujan melanda Jakarta.
Menurutnya, penggunaan kendaraan pribadi justru memperparah kemacetan ketika hujan deras turun.
“Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan,” ucap Pramono.
Ia menilai sistem transportasi umum Jakarta saat ini telah terintegrasi dengan baik, mulai dari LRT, MRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans.
“Sebagai Gubernur Jakarta saya berharap bahwa dengan konektivitas Jakarta yang semakin baik, baik itu LRT, MRT, Transjakarta, Mikrotrans, dan sebagainya, apalagi digratiskan, mereka mau dan bersedia naik transportasi umum,” katanya.
Pramono menuturkan, penanganan potensi cuaca buruk harus dipersiapkan secara matang. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran modifikasi cuaca (OMC) selama satu bulan penuh.
“Biasanya hanya satu, dua, tiga hari. Kenapa itu kami lakukan? Kami tidak pengin kemudian, karena ini memang cuaca-cuaca ini lagi ekstrem sekali,” ujarnya.
Ia menyebut, hampir seluruh wilayah di sepanjang Pantai Utara Jawa sempat mengalami banjir akibat hujan deras.
Di Jakarta sendiri, genangan dinilai cepat surut karena didukung fasilitas pompa yang memadai.
Namun demikian, Pramono mengingatkan bahwa jika curah hujan berada di atas 250 milimeter, potensi banjir tetap tidak bisa dihindari.
“Walaupun, kalau kemudian curah hujannya rata-rata seperti hari Sabtu-Minggu di atas 250 mm, itu pasti akan terjadi genangan banjir di mana-mana,” katanya.
Pramono juga menjelaskan alasan Jakarta masih tergenang banjir meski telah dilakukan OMC.
Menurutnya, pada Sabtu (17/1) prakiraan curah hujan tidak terlalu tinggi sehingga OMC tidak dilakukan. Namun, realisasi hujan justru mencapai 260 hingga 280 mm.
Karena itu, OMC kemudian dilakukan pada Minggu (18/1) dengan tiga kali penerbangan untuk mengurangi dampak banjir.
Pramono mengklaim, langkah tersebut membantu meringankan wilayah Jakarta yang terdampak genangan.
Rangkuman AI sedang dibuat…