Pemprov DKI Targetkan 24 Ribu CCTV Terintegrasi Pada 2027, Gandeng Polda Metro Jaya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya resmi menintegrasikan kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik strategis di Jakarta.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Kapolda Metro Jaya di Balai Kota Jakarta, pada Senin, (18/5/2026).
Pramono mengatakan integrasi CCTV menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global berbasis teknologi dan data.
“Kita ingin Jakarta menjadi salah satu kota global utama dunia. Salah satu syarat kota global yang maju adalah memiliki sistem pengolaan kota yang cerdas dan berbasis data,” kata Pramono dikutip pada Selasa, (19/5/2026).
Menurutnya, selama ini CCTV di Jakarta masih dikelola secara terpisah oleh pemerintah daerah, kepolisian, hingga sektor swasta. Melalui integrasi tersebut, sistem pemantauan nantinya akan disatukan dalam konsep berbagi pakai.
“Dengan kesepakatan ini, kita meruntuhkan ego sektoral dan menyatukan semuanya dalam satu sistem terintegrasi,” katanya.
Pramono menilai sistem CCTV terintegrasi dapat membantu pemerintah memantau mobilitas warga, kondisi lalu lintas, titik rawan banjir, hingga pelayanan publik di Jakarta.
Selain itu, integrasi CCTV juga dinilai dapat memperkuat pencegahan kriminalitas, deteksi dini gangguan keamanan, serta mendukung penegakan hukum.
“Ketika ada kejadian darurat, kita bisa langsung mengetahui dan mengambil tindakan secara bersama-sama,” kata Pramono.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebut integrasi CCTV menjadi langkah penting dalam menghadapi persoalan keamanan, ketertiban umum, hingga kemacetan lalu lintas di Jakarta.
“Ketika ada kejadian, informasi awal bisa lebih cepat diperoleh. Ketika ada gangguan ketertiban, lokasi bisa segera terpantau,” ujar Asep.
Meski demikian, Asep menegaskan penggunaan CCTV tetap harus memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) dan perlindungan privasi masyarakat.
“Penggunaannya harus jelas, SOP-nya harus disiapkan, dan perlindungan privasi masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan integrasi CCTV menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung pemantauan kota secara real time.
“Dalam konteks tersebut, keberadaan sistem CCTV yang terintegrasi menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung pemantauan kota secara real time,” kata Budi.
Berdasarkan hasil verifikasi awal, terdapat 7.314 titik CCTV di area publik yang berpotensi diintegrasikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.362 unit sudah dapat dimanfaatkan oleh Polda Metro Jaya dan Kepolisian RI pada tahap awal integrasi.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan proses integrasi CCTV rampung pada akhir 2026. Pengembangan sistem nantinya akan dilanjutkan melalui implementasi Peraturan Gubernur Nomor 238 Tahun 2015 tentang Kewajiban Penyediaan dan Pemasangan CCTV pada Bangunan Gedung.
“Pada 2027 ditargetkan terdapat penambahan 16.781 CCTV sehingga total potensi CCTV yang akan diintegrasikan mencapai 24.095 titik,” kata Budi.
Rangkuman AI sedang dibuat…