Pesan Rano Karno di Dies Natalis IKJ: Jakarta Butuh Seni, Bukan Sekadar Beton



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan pentingnya peran seni sebagai ruh dari pembangunan fisik sebuah kota. Ia menyebut seni sebagai instrumen utama yang memanusiakan ruang urban dalam pembukaan Dies Natalies ke-56 Insitut Kesenian Jakarta (IKJ).
“Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya,” kata Rano pada Senin, (27/4/2026).
Rano menilai eksistensi Insitut Kesenian Jakarta (IKJ) selama lebih dari lima dekade telah menjadi rahim kebudayaan yang merekam jejak para kreator bangsa.
Menurutnya, karya yang dihasilkan para seniman bukan sekadar komoditas, melainkan refleksi dari peradaban Jakarta itu sendiri.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa kreativitas di era modern memerlukan fondasi riset dan teknologi yang kuat. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan tersebut tidak mencabut akar budaya lokal para seniman.
“Seniman hari ini tidak cukup hanya mencipta. Ia juga harus menjaga ekosistem dan memahami bahasa dunia tanpa kehilangan aksen kampung halamannya. menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri,” kata Karno.
Pemprov DKI Jakarta berharap IKJ terus menjadi laboratorium kreatif yang memberikan masukan bagi pembangunan kota yang inklusif. Rano berharap dari kampus seni ini lahir gagasan-gagasan besar untuk menjawab berbagai tantangan urban di masa depan.
“Dari IKJ kita berharap lahir gagasan tentang bagaimana membuat Jakarta lebih manusiawi, berbudaya, inklusif, dan berani menyapa dunia. Seni memiliki cara yang ajaib untuk merawat ingatan, sering kali lebih jujur daripada pidato pejabat,” kata Rano.
Rangkuman AI sedang dibuat…