Pramono Siapkan LPDP Jakarta, 50-75 Mahasiswa Berkesempatan Kuliah ke Luar Negeri



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa Jakarta akan memiliki Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sendiri yang dikelola sepenuhnya oleh pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Melalui program tersebut, sebanyak 50 hingga 75 mahasiswa akan mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Bahkan untuk tahun depan, bekerja sama dengan LPDP, Jakarta akan punya LPDP yang dikelola sepenuhnya oleh Jakarta. Kurang lebih nanti siswanya antara 50 sampai dengan 75, yang akan diberi kesempatan untuk sekolah di luar,” kata Pramono pada Rabu, (24/6/2026).
Sebelumnya, program LPDP Jakarta disebut akan menyediakan sekitar 100 kuota penerima beasiswa. Namun, dalam pernyataan kali ini, Pramono menyebut jumlah penerima yang disiapkan berkisar antara 50 hingga 75 orang.
Meski demikian, Pramono belum menjelaskan alasan berkurangnya jumlah kuota penerima beasiswa tersebut.
Ia juga belum memaparkan secara rinci mengenai jadwal pelaksanaan program maupun mekanisme pendaftaran bagi calon penerima.
Pramono menegaskan bahwa sektor pendidikan masih menjadi salah satu program prioritas utama Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada pengurangan anggaran untuk program pendidikan yang telah berjalan, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
“Sampai hari ini, program untuk KJP, Kartu Jakarta Pintar, dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), baik tahun lalu, tahun ini, maupun tahun depan jumlahnya kurang lebih sama. Karena saya tidak mau yang namanya KJP itu dikurangi,” ucap Pramono.
Meski telah mengungkapkan rencana pembentukan LPDP Jakarta, Pramono belum menjelaskan kapan proses seleksi akan dimulai serta syarat yang harus dipenuhi oleh para pelamar.
Ia kembali menegaskan bahwa pendidikan akan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.
“Untuk hal yang berkaitan dengan pendidikan masih menjadi prioritas yang kita utamakan,” pungkasnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…