Pramono Sinyalkan Kenaikan Tarif Transjabodetabek, Ini Alasannya


HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera memutuskan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek.
Kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk satu rute, tetapi mencakup sejumlah lintasan yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).
Pramono mengatakan keputusan terkait penyesuaian tarif akan dibahas dalam waktu dekat mengingat besarnya subsidi yang saat ini ditanggung Pemprov DKI Jakarta.
“Segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya,” kata Pramono pada Jumat, (5/6/2026).
Saat ini tarif Transjabodetabek masih dipatok sekitar Rp 3.500 per perjalanan. Namun, biaya operasional yang harus dikeluarkan untuk setiap penumpang mencapai sekitar Rp 15.000.
Artinya, Pemprov DKI Jakarta menanggung subsidi sekitar Rp11.500 untuk setiap perjalanan penumpang Transjabodetabek.
Menurut Pramono, besarnya selisih biaya tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah mempertimbangkan penyesuaian tarif.
“Yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar,” ujarnya.
Meski demikian, hingga kini Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan besaran tarif baru maupun waktu pasti pemberlakuannya.
Per Juni 2026, terdapat 18 rute Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai wilayah penyangga. Seluruh rute tersebut saat ini masih mendapat subsidi dari Pemprov DKI Jakarta.
Rangkuman AI sedang dibuat…