Prediksi Lebaran Idul Fitri 2025 Menurut BMKG dan BRIN, Intip Tanggalnya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Kementerian Agama akan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menentukan awal Syawal 1446 Hijriah pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Sidang ini menjadi momen krusial dalam menentukan Hari Raya Lebaran Idul fitri 2025 bagi umat Islam di Indonesia.
Prosesi Sidang Isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal pada sore hari, dilanjutkan dengan sidang tertutup, dan diakhiri dengan konferensi pers yang mengumumkan hasilnya.
Organisasi Islam PP Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idulfitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Menteri Agama Nasarudin Umar memperkirakan keputusan pemerintah tidak akan jauh berbeda, mengingat ketinggian hilal pada 30 Maret 2025 diperkirakan belum cukup tinggi untuk terlihat.
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaludin, juga memprediksi lebaran Idul fitri 2025 akan jatuh pada 31 Maret.
Ia menjelaskan bahwa posisi Bulan pada 29 Maret masih berada di bawah ufuk saat maghrib, sehingga tidak memenuhi kriteria kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang digunakan oleh pemerintah dan berbagai ormas Islam.
“Pada saat maghrib 29 Maret, posisi Bulan masih berada di bawah ufuk. Artinya, tidak memenuhi kriteria MABIMS dan tidak memenuhi kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah,” ujar Thomas.
BMKG juga mencatat bahwa pada 29 Maret, ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara -3,29 derajat di Merauke, Papua, hingga -1,07 derajat di Sabang, Aceh.
Sementara itu, pada 30 Maret, ketinggian hilal meningkat menjadi 7,96 derajat hingga 11,48 derajat, memenuhi syarat penentuan bulan baru.
Penentuan awal bulan Syawal didasarkan pada beberapa kriteria yang telah disepakati, yaitu:
Pemerintah menggunakan metode rukyatul hilal (pengamatan hilal) dan hisab (perhitungan astronomi) untuk menentukan masuknya 1 Syawal.
Berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal dianggap terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Muhammadiyah menggunakan metode wujudul hilal, yaitu jika bulan sudah berada di atas ufuk saat Matahari terbenam, maka bulan baru dianggap telah dimulai.
BMKG dan BRIN memberikan data ilmiah terkait posisi hilal dan elongasi untuk memastikan hasil pengamatan lebih akurat.
Rangkuman AI sedang dibuat…