Sakit Hati Orang Tuanya Dihina, Pria di Pandeglang Tega Habisi Pacar



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan berinisial DI di Desa Kadu Jangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang.
Korban dibunuh oleh kekasihnya sendiri berinisial OK (28) diduga karena sakit hati orang tuanya dihina.
kasat Reskrim Polres pandeglang, Ipnu Alfian Yusuf mengatakan peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis, (7/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB di rumah pelaku.
“Jadi pembunuhan ini dilakukan oleh terduga pelaku seorang laki-laki dengan inisial OK, melakukan pembuuhan terhadap kekasihnya seorang perempuan,” kata Alfian pada Jumat, (8/5/2026).
menurut Alfian, aksi pembunuhan terjadi di kamar rumah pelaku. Saat itu, pelaku diduga mencekik korban dibagian leher hingga menutup saluran pernapasannya.
“Terjadi pada hari Kamis malam, di rumah pelaku. Di mana terduga pelaku ini mencekik dan menutup saluran napas korban,” jelasnya.
Polisi menyebut motif utama pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap ucapan korban yang menyinggung kondisi kesehatan ibunya.
Alfian menjelaskan korban sempat mengeluarkan ucapan yang dianggap menghina orang tua pelaku. Hal itulah yang membuat pelaku emosi hingga nekat menghabisi nyawa korban.
“Jadi motifnya ini terduga pelaku merasa sakit hati terkait ucapan dari korban yang menyinggung masalah kesehatan dari ibu terduga pelaku,” ungkapnya.
Selain itu, polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya dugaan perselingkuhan yang menjadi latar belakang konflik keduanya. Namun, penyidik menegaskan pemicu paling fatal tetap berasal dari ucapan korban.
“Kalau sejauh ini yang fatalnya terkait ucapan tadi (penghinaan). Tapi mungkin bisa dilatarbelakangi adanya dugaan perselingkuhan antara korban dengan lelaki lain,” katanya.
Kepada polisi, pelaku OK mengaku nekat membunuh korban karena tersulut emosi dan sakit hati.
“Sakit hati, katanya saya lebih mementingkan mama saya yang penyakitan, nggak berguna,” ucap OK.
Setelah korban tewas, pelaku mengaku sempat bersandar di jasad korban sebelum akhirnya mencoba mengakhiri hidup dengan meminum berbagai jenis obat-obatan.
“Pas saya minum obat sempat nyender ke dia, tapi nggak lama saya keluar kamar,” kata OK.
Rangkuman AI sedang dibuat…